Breaking News:

Iduladha 1441 H

Salat Iduladha, Prof Hatta Fattah Jadi Khatib Bahas Pembelajaran Iduladha Kaitkan 3 Pilar Utama UMI

Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Salat Iduladha 2020/1441 H secara berjamaah di Musallah Lantai 10 Menara UMI.

UMI Makassar
Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Salat Iduladha 2020/1441 H secara berjamaah di Musallah Lantai 10 Menara UMI, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Jumat (31/7/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) menggelar Salat Iduladha 2020/1441 H secara berjamaah di Musallah Lantai 10 Menara UMI, Jl Urip Sumohardjo, Makassar, Jumat (31/7/2020).

Salat Id yang dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat ini diikuti oleh pimpinan UMI.

Mulai dari pejabat Yayasan Wakaf UMI, rektor dan wakil rektor, ketua LPkM UMI serta ketua MT Ukhuwah UMI.

Dari pihak Rektorat, tampak hadir Rektor UMI Prof Basri Modding, Wakil Rektor I Dr Hanafi Ashad, Wakil Rektor II Prof Salim Basalamah, Wakil Rektor Prof La ode Husen, dan Wakil Rektor V, Prof Hatta Fattah.

Dalam kesempatan itu, Prof Hatta Fattah yang didaulat menjadi Khatib membahas  tema khutbah bertajuk 'Pembelajaran Idul Kurban dan Revitalisasi Identitas Institusi'.

Prof Hatta memaparkan bahwa pembelajaran penting dalam Iduladha kali ini tetap terbingkai dalam 3 pilar utama pendirian UMI yakni Ilmu Amaliah, Amal Ilmiah, dan Akhlaqul Karimah.

"Pembelajaran Iduladha pada kesempatan yang terbatas ini, saya sampaikan dengan merujuk pada tiga pilar pendirian UMI yakni Ilmu, Amaliah, dan Akhlaqul Karimah. Nabi Ibrahim AS mengajarkan kita untuk terus memurnikan keimanan kepada Allah SWT, termasuk dengan cara mengasah logika untuk meneguhkan tauhid kita,” ucapnya di depan jamaah.

“Agama atau nasehat agama itu diperuntukkan bagi mereka yang berakal, maka dari itu, mari gunakan pikiran, hati, dan juga rasa dalam memahami dan menjalankan ajaran agama," sambung Prof Hatta via rilis yang diterima tribun-timur.com, Sabtu (1/8/2020).

Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Promosi ini menggambarkan, peritiwa besar Nabi Ibrahim dan Istri Siti Marwah dan anaknya Nabi Ismail yang menjadi penanda munculnya perayaan besar hari raya Kurban menyiratkan sederet pelajaran penting.

"Episode Safa dan Marwah menjadi simbol pembelajaran bahwa kewajiban kita sebagai warga UMI untuk terus menerus berusaha atau melakukan amaliah secara konsisten sebagaimana apa yang dicita-citakan oleh pendiri UMI sebagai proses yang akan menentukan datangnya keberkahan dari Allah SWT," tuturnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Alfian 

Penulis: Alfian
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved