Kekerasan Anak

PPPA Bone Tangani 31 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Selama 2020

Data tersebut diambil dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak.

TRIBUN TIMUR/KASWADI
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bone, Rosnawati saat ditemui di ruangannya, Senin (27/7/2020). 

TRIBUNBONE.COM, TANETE RIATTANG - Selama Januari hingga Mei 2020 Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Bone menangani 31 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Data tersebut diambil dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak.

Dari data tersebut kebanyakan kasus penganiayaan, pelecehan seksual dan pencabulan.

Selebihnya kasus penelantaran, pemerkosaan, perebutan anak, pengancaman dan kasus putus sekolah.

Kepala Dinas (Kadis) PPPA Kabupaten Bone, Rosnawati mengatakan untuk mencegah dan meredam terjadinya kekerasan terhadap anak dan perempuan pihaknya telah melakukan sosialisasi dan pembinaan ke masyarakat.

Rosnawati mengatakan pihaknya membentuk pusat pembelajaran keluarga (Puspagar) di desa/kelurahan dan kecamatan.

Masyarakat yang mengalami tindak kekerasan, nantinya bisa langsung mengkonsultasikan kejadian yang mengalaminya kepada psikolog.

"Akan ada psikolog yang memberikan konseling," katanya saat di ruangan kerjanya, Senin (27/7/2020).

Lanjut dia, pihaknya juga mulai membentuk gerakan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). PATBM nantinya untuk menangani anak yang mengalami trauma.

Sementara jika terdapat kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, pihak akan memantau dan melakukan pendampingan.

"Memberikan pendampingan dan konseling agar korban kekerasan baik perempuan dan anak tidak depresi. Mereka harus kita lindungi," tegasnya.

Penulis: Kaswadi Anwar
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved