Breaking News:

Kasus Narkoba

Jemput Paket Berisi 2.923 Pil Ekstasi, Pasutri di Makassar Dibekuk BNNP Sulsel

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan menangkap pasangan suami istri (pasutri) saat menjemput paket narkotika jenis ekstasi.

TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD ABDIWAN
Barang bukti butir berupa ribuan pil ekstasi dan ganja jenis gorilla dihadirkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel dalam konferensi pers penangkapan peredaran narkotika di wilayah Sulawesi Selatan. Konferensi pers dilakukan secara virtual sebagai bentuk implementasi protokol kesehatan pencegahan Covid-19, di Kantor BNNP Sulsel jalan Manunggal Makassar Jumat (24/7/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan menangkap pasangan suami istri (pasutri) saat menjemput paket narkotika jenis ekstasi melalui jasa pengiriman.

Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Pol Idris Kadir mengatakan paket tersebut dikirim dari Pekanbaru tujuan Makassar.

"Paket itu berisi narkotika jenis ekstasi sebanyak 2.923,5 butir," ujar Brigjen Pol Idris Kadir saat merilis kasus narkotika sebanyak enam kasus pada Jumat (24/7/2020).

Kedua pelaku bernama Saripuddin dan Nelli Nawar. Mereka ditangkap saat menjemput paket tersebut di salah satu kantor jasa pengiriman di Jl Yusuf Dg Ngawing, Makassar pada Rabu (24/6/2020) sekitar pukul 09.30 Wita.

Menurut Idris, keduanya berperan sebagai kurir. Dari pengakuannya mereka diperintahkan oleh seseorang untuk menjemput paket ekstasi tersebut.

"Mereka mengaku diperintahkan oleh seseorang untuk mengantar paket berisi narkotika itu ke Kabupaten Sidrap," tuturnya.

Berdasarkan informasi tersebut Tim Gabungan BNNP melakukan pengembangan ke Kabupaten Sidrap dan Tim Gabungan berhasil melakukan penangkapan terhadap tersangka Idri Afandi yang memerintahkan kedua pelaku tersebut di Jl Pakka Salo Jl Poros Sengkang-Parepare.

"Tim gabungan setelah mendapatkan informasi tersebut langsung melakukan pengembangan dan menangkap Idris di Jl Poros Sengkang-Parepare, Desa Kalosi, Kecamatan Tanru Tedong, Kabupaten Sidrap," jelasnya.

Dari hasil interogasi, pelaku mengaku diperintahkan oleh seseorang berinisial BDD.

"Dari pengakuan pelaku, ia diperintahkan oleh seseorang berinisial BDD yang masih Daftar Pencarian Orang (DPO)," ucapnya.

Idris Kadir menambahkan, pengungkapan kasus narkotika di wilayah Sulsel merupakan wujud sinergitas BNN Provinsi Sulsel bersama Bea Cukai Sulbagsel, Kantor Pengawasan Pelayanan Bea Cukai TMP B Makassar dan Bea Cukai KPPBC TMP C Parepare dalam memberantas peredaran gelap narkoba.(*)

Laporan Wartawan tribun-timur.com, Sayyid Zulfadli

Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved