Kades Cabul

Petisi Online Tuntut Kades Cabul di Wajo Dipecat

Aktivis mahasiswa di Kabupaten Wajo, Heriyanto Ardi merespon baik dengan adanya dukungan moril untuk penyintas

TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH
Tangkapan layar petisi online di change.org, minta oknum kades cabul di Kabupaten Wajo dipecat. 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Dukungan moril berdatangan untuk mahasiswi korban pencabulan oknum kepala desa di Kabupaten Wajo.

Teranyar, sebuah petisi online di change.org mengumpulkan tanda tangan untuk 'Pecat Oknum Kades Cabul di Kabupaten Wajo!'. Sampai berita ini diturunkan, sudah ada 21 orang yang mendukung petisi online yang dimulai dari Mahasiswa Wajo itu.

Aktivis mahasiswa di Kabupaten Wajo, Heriyanto Ardi merespon baik dengan adanya dukungan moril untuk penyintas melalui change.org.

"Kami meminta kepada seluruh element masyarakat Wajo agar memberikan dukungan moril kepada korban dugaan pelecehan seksual dengan menandatangani petisi online sebab dukungan moril adalah spirit tersendiri bagi korban," kata Presiden Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB) itu, Kamis (23/7/2020).

Sebelumnya, AMIWB bersama Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kabupaten Wajo (Hipermawa) Komisariat Bola menggelar unjuk rasa di DPRD Wajo, meminta oknum kades 'cabul' dipecat, Rabu (22/7/2020) kemarin.

Sebagaimana diketahui, seorang mahasiswi perguruan tinggi swasta Makassar, AP (23) mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari Kepala Desa Lempong, Abdul Karim, pada Minggu (12/7/2020) lalu.

AP yang mengerjakan laporan akhir kuliah kerja profesi (KKP) saat itu, dicium sebanyak tiga kali oleh Abdul Karim. Tak terima, AP dan keluarganya melaporkan hal itu ke Polres Wajo.

"Ini siri', kami sekeluarga dipermalukan Abdul Karim. Putri saya dicium tiga kali di hari yang sama, itu saya anggap sudah mengarah ke pelecehan seksual. Salah atau tidaknya Abdul Karim, biarkan hukum yang menilai," kata orang tua korban, Andi Pallawagau.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved