Breaking News:

Bank Mandiri

Direktur Bank Mandiri: Digitalisasi Aspek Mutlak

Angga mengakui tertarik dengan ide Rektor UNM untuk membangun kampus UNM menjadi Kampus Enterpreneur.

TRIBUN TIMUR/HASYIM ARFAH
Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Silvano Winston Rumantir, 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bank Mandiri Regional X menggelar Talkshow dengan tema "Membangun Digital Enterpreneurship di Era New Normal", Rabu (22/7/2020).

Hadir langsung dalam acara ini yakni Rektor UNM Prof Dr Husain Syam MTP, CEO PT Mid Solusi Nusantara (Mekari) Suwandi Soh, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Silvano Winston Rumantir, Regional CEO Bank Mandiri Regional X/Sulawesi Maluku Angga Erlangga Hanafie, Head of CSR Center Departement Corporate Secretary Bank Mandiri Diwangoko Alpinanti Ratam, Direktur Utama PT Mandiri Capital Indonesia Eddi Danusapotro.

"Ini di Sulawesi lagi hangat tentang start up," kata Angga Erlangga Hanafie.

Angga mengakui tertarik dengan ide Rektor UNM untuk membangun kampus UNM menjadi Kampus Enterpreneur.

Kolaborasi UNM dan Mandiri bisa membentuk lembaga bersama untuk meningkatkan perkembangan Start Up.

Sementara itu, Silvano Winston Rumantir menyampaikan visi mandiri yang selaras dengan digital.

"Setiap lima tahun kita buat rencana Corporate, dan tahun ini baru kita buat rencana bisnisnya untuk lima tahun kedepan," katanya.

Visi Bank Mandiri dalam lima tahun ke depan yakni Menjadi Partner Financial Anda. Nasabah akan menjadi centerpoint aktivitas Mandiri.

"Dalam era new normal akan ada penyesuaian dengan kondisi ekonomi saat ini. Kita mesti best ever untuk meminimalisir dampak pandemi ke perusahaan," katanya.

Dalam dunia digital sudah menjadi bagian integral untuk Bank Mandiri dan nasabah.

"Digitalisasi adalah aspek mutlak, tugas kita memberikan layanan dan solusi financial untuk nasabah kita," katanya.

Menurutnya, tak gampang tapi digital adalah sebuah keniscayaan.

Aktif user di Mandiri Online tumbuh 62 persen selama triwulan I 2020, dan transaksi naik 60 persen atau sekitar Rp 230 triliun.

"Peluangnya masih sangat besar, masih ada 90 juta penduduk Indonesia belum familiar ke perbankan," katanya.

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved