BSMI Sulsel
Cegah Penularan Penyakit Pasca Banjir, Relawan BSMI Sulsel Periksa Kesehatan Warga dan Bangun MCK
Relawan Bulan Sabit Merah Indonesia atau BSMI Luwu Utara dan Luwu yang tergabung dalam posko lapangan BSMI Sulsel memberikan layanan kesehatan
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Arif Fuddin Usman
Pada hari keempat, beberapa relawan tim medis BSMI Sulsel mulai diturunkan ke lokasi bencana banjir di Luwu Utara.
Keputusan ini dilakukan setelah tim BSMI melakukan assesment dan report di lapangan selama tiga hari pasca banjir.
• Gubernur Minta Pangdam Ganti Tenda Pengungsi
• Gubernur Dampingi Kepala BNPB Tinjau Lokasi Banjir Bandang Luwu Utara Via Udara
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa selain kebutuhan sembako dan pakaian, masyarakat di pengungsian juga butuh pemeriksaan medis.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Propinsi Sulawesi Selatan yang tercatat pada 17 Juli 2020,
Banjir Luwu Utara menyebabkan lebih dari 15 ribu jiwa penduduk dari 6 kecamatan di daerah penghasil kakao tersebut mengungsi ke tempat aman.
Sebanyak 34 orang meninggal dunia dan 16 orang masih dalam pencarian.
Komitmen Demi Kemanusiaan
Sementara itu, sebelum banjir bandang melanda 6 kecamatan di Kabupaten Luwu Utara, telah dinyatakan sebagai zona merah pandemi Covid 19 oleh pemerintah.
Data dari Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Luwu Utara, pada awal Juli 2020 ini, total kasus konfirmasi positif mencapai 54 kasus.
• UPDATE Corona Indonesia Hari Ini 17 Juli 2020: Tambah 1.462 Pasien, Total 83.130 Kasus Terkonfirmasi
• KKSS Bekasi Salurkan Bantuan Sebesar Rp 59,6 Juta ke Korban Banjir Bandang Masamba di Luwu Utara
Dari semua kasus covid-19 tersebut, sebagaian di antaranya telah dinyatakan sembuh dan satu orang meninggal dunia.
Dan kini, di tengah bencana banjir bandang di Masamba ini, belum ada data tambahan update status kasus positif Covid-19 dari pemerintah setempat.
Meski di tengah pandemi dan musibah bencana banjir, relawan yang bekerja dalam penanggulangan dampak bencana banjir saat ini rawan terserang pandemi.
Sementara pada hari keempat Jumat (17/7/2020), pasca peristiwa banjir, tugas mereka mengatasi dampak materil dan sosial di lapangan masih jauh dari kata tuntas.
Dikutip dari rilis BSMI Sulsel yang diterima Tribun-Timur.com, masyarakat terdampak masih sangat membutuhkan uluran tangan.
Di tengah ancaman pandemi, relawan Bulan Sabit Merah Indonesia / BSMI Sulsel berkomitmen tetap bekerja membantu masyarakat di lokasi bencana.
• FORKI Sinjai Ikut Galang Sembako Bantu Korban Banjir Bandang di Masamba Lutra
• Ada Apa di Bandara? Kapolres dan Dandim Maros Datang Memantau Setelah Temui Bos Angkasa Pura I
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/relawan-bsmi-sulsel-memberikan-layanan-kesehatan.jpg)