Tribun Gowa
Organisasi Muslim Dukung Pembangunan Replika Balla Lompoa di Afsel
Hal ini diungkapkan Acting Chairman of Abdul Wahab Trust, Ebrahim Peters saat melakukan video telekonferensi bersama Bupati Gowa, Adnan Purichta
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Sudirman
TRIBUN-GOWA.COM, SUNGGUMINASA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, mendapat dukungan dalam rencana pembangun replika Rumah Adat Balla Lompoa di Cape Town, Afrika Selatan.
Salah satunya dari organisasi muslim di sana.
Hal ini diungkapkan Acting Chairman of Abdul Wahab Trust, Ebrahim Peters saat melakukan video telekonferensi bersama Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan dan Konsultan Jenderal Republik Indonesia (KJRI) cape town di Afrika Selatan.
Ebrahim Peters mengaku sangat berterima kasih telah dilibatkan dalam rencana pembangunan Balla Lompoa.
Hal ini pun merupakan sumbangan yang luar biasa bagi masyarakat Afrika Selatan.
"Kami berkomitmen untuk berperan dalam keberlanjutannya dan ini merupakan peluang yang dapat ditawarkan untuk pengembangan budaya, sejarah, ekonomi, dan sosial," katanya dalam rilis yang diterima Tribun, Jumat (17/7/2020).
Sementara Bupati Adnan mengatakan, pembangunan replika Balla Lompoa merupakan tindak lanjut dari rencana pembangunan Rumah Indonesia, yang dicanangkan pada masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Selain itu juga menjadi impian Pemkab Gowa untuk bisa memberikan tanda mata kepada Pemerintah Afrika Selatan.
Khususnya dalam membangun tali persaudaraan yang kuat antara Kabupaten Gowa dan Cape Town.
Olehnya, seluruh anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan Balla Lompoa di Cape Town ini akan ditanggung oleh pemerintah daerah, termasuk untuk biaya pemeliharaannya.
Adnan mengatakan, pembangunan rumah adat Balla Lompoa Insyaallah pemeliharaannya hemat, atau pemeliharaannya lebih murah dibandingkan perawatan-perawatan yang lain.
"Karena ini memakai kayu kelas 1 yang sudah diakui oleh dunia, bahkan kayu tersebut juga dipakai di Masjidil Aqsa," jelas Adnan.
Adnan menambahkan kehadiran replika Balla Lompoa di Afrika Selatan nantinya akan dijadikan sebagai perpustakaan Syekh Yusuf.
Jadi siapapun yang ingin mengetahui sejarah Tuanta Salamaka bisa mengunjungi makam dan museum Balla Lompoa di Kampung Makassar di Cape Town Afrika Selatan.
Olehnya itu, orang nomor satu di Gowa ini berharap KJRI Cape Town bersama dengan seluruh pemangku kepentingan agar bisa ditindaklanjuti dengan baik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/adnan-purichta-ichsan-melakukan-video-telekonferensi-ebrahim-peters.jpg)