Breaking News:

Warga Binaan Lapas Klas I Makassar Dilatih Buat Hazmat dan Masker, Dijual dengan Harga Lebih Murah

Di bawah naungan perusahaan Amura Pratama, para warga binaan difasilitasi mulai dari mesin jahit otomatis hingga ruangan yang direnovasi.

Desi triana
Sebanyak 125 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Kelas I Makassar dilatih untuk menjahit. 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Sebanyak 125 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Klas I Makassar dilatih untuk menjahit.

Bukan jahitan biasa, namun bakal membuat hazmat dan masker sebagai bagian Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis dan masyarakat.

Sejak Senin (6/7/2020) para warga binaan dilatih tentang cara menjahit mulai dari materi dasar untuk membuat pola hingga pembuatan hazmat dan masker.

Di bawah naungan perusahaan Amura Pratama, para warga binaan difasilitasi mulai dari mesin jahit otomatis hingga ruangan yang direnovasi.

NGERINYA Kutukan Serial Drama Musikan Glee, Para Pemain Tewas, Skandal Rasis, Overdosis, Pelecehan

Yayasan Buddha Tzu Chi Sulsel Serahkan Suplemen dan APD Penanganan Covid-19 Ke IDI Makassar

Update Corona Gowa, Positif Covid-19 Bertambah 4, Bupati Adnan Bantu Masker Warga Makassar

Owner Amura Pratama, Andi Fahrul Amsal kepada Tribun Timur mengatakan adanya pemberdayaan ini merupakan solusi untuk membantu pemerintah dalam penanganan selama masa pandemi virus corona ini.

"Khususnya untuk pembuatan hazmat dan masker, kita tahu sendiri pandemi ini sudah berdampak kepada seluruh masyarakat Indonesia. Tak terkecuali di Lapas olehnya itu ini menjadi salah satu solusi untuk memanfaatkan para warga binaan agar bisa bermanfaat nanti ketika keluar dari Lapas," tuturnya saat ditemui di Lapas 1 Makassar, Jl Sultan Alauddin, Jumat (10/7/2020).

Tak tanggung-tanggung, para warga binaan yang dilatihpun sudah menjadi pekerja dan bakal mendapatkan penghasilan dari hazmat dan masker yang sudah dibuat.

"Jadi mereka bakal digaji persatuan hasil hazmat dan masker yang diproduksi," tuturnya.

Dari total 125 warga binaan yang diberdayakan, Fahrul memprediksi nantinya akan menghasilkan sekitar 5000 hazmat dan masker dalam sehari.

Untuk biaya produksi persatuan hazmat dan masker, belum dapat dikalkulasi secara pasti.

Halaman
12
Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved