BENARKAH Mapel Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Dihapus di Kurikulum? Penjelasan Kemenag
Banyak yang mempertanyakan apakah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan kurikulum Bahasa Arab di madrasah akan dihapus.
Dilansir laman Kemenag, Minggu (15/12/2019), Kementerian Agama telah menyiapkan 155 judul buku Madrasah.
Menurut Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag A.
Umar materi yang disajikan dibuat untuk menyiapkan anak bangsa menghadapi hidup di abad 21.
Materi
Umar mengatakan ada materi sejarah khilafah, jihad, dan moderasi beragama.
Materi-materi tersebut diletakkan secara korelatif dalam berbagai bentuk perjuangan umat Islam sejak zaman nabi sampai dengan perkembangan Islam masa kini dalam membangun peradaban bangsa.
Buku madrasah menyajikan materi jihad dalam perspektif perjuangan membangun peradaban dengan menggali makna dan menanamkan nilai-nilai perjuangan dari masa perjuangan Rasulullah, sahabat, walisongo hingga para ulama untuk membangun peradaban baru yang melahirkan khazanah keilmuan dan keislaman.
Menurut Umar, pembelajaran khilafah disajikan pada buku ini dalam perspektif sejarah untuk menjelaskan karakteristik dan pola kepemimpinan Rasulullah dan Khulafa’ur Rasyidin dalam membangun masyarakat Madinah sampai masa Islam modern yang diwarnai dengan nilai jihad dan moderasi beragama dalam menjaga keberagaman dan memperkuat civic society.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Mapel Bahasa Arab dan PAI Dihapus dari Kurikulum? Berikut Penjelasan Kemenag"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tangkapan-layar-twit-soal-mata-pelajaran-bahasa-arab-dan-pai-yang-dipertanyakan.jpg)