Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bincang Summarecon Mutiara

Benarkah Lelaki dan Pengidap Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus Covid-19?

Benarkah Lelaki dan Pengidap Obesitas Lebih Mudah Terpapar Virus Covid-19? Mengapa banyak lelaki lebih banyak kena Covid-19 ketimbang wanita?

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM
Dokter Spesialis Jantung dr Bambang Budiono SpJP FIHA FAPSC FAPSIC FSCAI 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Virus tanpa sel inang tak akan bisa replikasi atau reproduksi.

Sehingga, cara efektif untuk memutus penularan yakni mencegah virus menyerang inang yakni manusia.

Hal itu Dokter Spesialis Jantung dr Bambang Budiono SpJP FIHA FAPSC FAPSIC FSCAI sampaikan dalam bincang soal penyakit jantung dan Covid-19 kerjasama Summarecon Mutiara Aeroport of Makassar-Tribun Timur , Sabtu (11/7/2020).

Hadir juga Puteri Indonesia 2002 Malanie Putria dan Direktur PT Sinergi Mutiara Cemerlang, Kiplongang Akemah (Along).

"Sepanjang kita tak menemukan adanya vaksin maka cara paling ampuh adalah menghindari dari virus," katanya.

Mengapa banyak lelaki lebih banyak kena Covid-19 ketimbang wanita?

"Perbedaan gender, wanita memiliki hormon progesteron dan estrogen, ini memiliki potensi dalam sistem pertahanan tubuh, dan ini membantu peningkatan dan membentuk sel yang meningkatkan imunitas," katanya.

Menurutnya, lelaki akan mendapatkan hormon progesteron dan estrogen yang terpapar dalam kondisi berat Covid-19.

Menurutnya, pasien yang mengalami kegemukan mempunyai risiko lebih tinggi meninggal dunia ketimbang orang yang kurus.

"Karena tempat masuk virus melalui ACE2 itu paling banyak ditemukan di bagian lemak. Olahraga bukan cuman membakar imunitas tapi membakar lemak juga," katanya.

Menurutnya, jaga jarak dan memakai masker dengan memakai masker maka akan mengurangi penularan.

Kalau 2,5 orang terinfeksi maka akan bisa menulari 406 orang dalam 30 hari.

"Kalau kita bisa kurangi kontak 50 persen kontak maka berkurang satu orang terinfeksi atau 15 orang selama 30 hari. Kalau kita proteksi 75 persen, maka hanya akan kita kurangi 2,5 orang sebulan," katanya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved