Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Susi Pudjiastuti

Susi Pudjiastuti Balas Kritik Ali Ngabalin, Rohkmin hingga Netizen: Makanya Cuma Satu Periode Pak

Dia dimaki-maki setelah memposting pernyataan Prediden Jokowi soal ekonomi di Indonesia.

Editor: Ansar
DOK KKP/KOMPAS.COM
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti dan Menteri Kelautan dan Perikanan RI pada saat ini, Edhy Prabowo. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti harus menereima serangan nitizen.

Dia dimaki-maki setelah memposting pernyataan Prediden Jokowi soal ekonomi di Indonesia.

Pada artikel berita itu, Jokowi tampak ngeri dengan ekonomi Indonesia di kuartal III ini.

Namun Susi Pudjiastuti justru malah dimaki-maki karena hal tersebut.

Ia bahkan disebut ingin kembali lagi jadi menteri dengan cara yang tak elegan.

Hal seperti itu tak hanya disampaikan oleh netizen, namun juga oleh sejumlah tokoh publik.

Ada Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Gerindra Darori, Ali Ngabalin, dan lainnya.

Pun saat dirinya memposting pernyataan Jokowi di sebuah media, ia malah dimaki-maki dan dianggap ingin kembali jadi menteri.

Susi Pusjiastuti juga memposting beberapa artikel berita dari tokoh publik yang mengkritik dirinya.

Di antaranya Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) RI Periode 2001-2004 Rohkmin Danuri.

Menanggapi banyaknya kritik dari banyak orang, Susi Pudjiastuti pun meresponnya di Twitter.

 

Ia juga menyebut beberapa nama, mulai dari anggota DPR, Ali Mochtar Ngabalin, Rohkmin Danuri hingga netizen.

Bahkan saat Susi Pudjiastuti memposting artikel berita soal pernyataan Jokowi, ia pun dimaki oleh netizen.

"Ketika sdh ngga menjabat knp pd teriak2 ya..

Kalau ingin berkuasa kembali lakukan dengan elegan to, jgn framing aneh2,

Krn anda pun bisa saja dikulitin netizen, kecuali anda bersih tanpa noda," tulis akun @GrbToni.

Susi
Susi (Twitter)

Susi Pudjiastuti pun tampak geram dengan komentar tersebut.

"Yg saya unggah artikel CNBC statement Pak Presiden ..

tidak kurang tidak lebih.. lho kok reply maki2...

sehat nggak ???," tulis Susi Pudjiastuti.

Selain itu, Susi Pudjiastuti juga memposting artikel berita lainnya yang menyebut dirinya juga gagal di sektor perikanan.

 

Artikel itu berjudul "Tolak Kebijakan Ekspor Lobster, Rokhmin Danuri: Susi Juga Gagal Kelola Sektor Perikanan".

Artikel itu pun langsung ditanggapi oleh Susi Pudjiastuti.

"Makanya cuma satu periode Pak," balasnya.

Kemudian ia heran dengan para tokoh publik yang melarang dirinya mengkritisi kebijakan ekspor benih lobster.

"DPR, Ngabalin, Rokhmin, Efendi...

Plus banyak netizen yang notice...

Luar biasa...," tulisnya.

Diminta Tak Ikut Campur

Dilansir dari Kompas TV, Rabu (8/7/2020), Susi Pudjiastuti mengaku geram dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo perihal mencabut larangan ekspor benih lobster.

Di satu sisi, anggota Komisi IV DPR RI Daroro Wonodipuro menanggapi komentar Susi Pudjiastuti dengan keras dan meminta Susi untuk tidak berpolemik.

Anggota Komisi IV DPR RI fraksi Gerindra tersebut membela Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo perihal isu lobster yang menurutnya dipolitisasi.

Darori Wonodipuro melihat persoalan ini terlalu dibesar-besarkan dan dianggap menyudutkan Gerindra.

Susi Pudjiastuti menganggap kebijakan Edhy Prabowo yang mencabut larangan ekspor benih lobster sangat bertentangan dengan kebijakan dirinya di masa silam ketika jadi menteri.

Darori Wonodipuro meminta menteri lama tidak usah ikut campur dan mengganggu program menteri baru.

Dirinya berujar sudah pengalaman dengan 10 menteri di masa silam.

"Jangan dipolemikkan, ini masalah teknis. Ini menteri ganti, saya jadi dirjen 10 menteri, enggak pernah menteri lama mengoreksi menteri baru. Menteri baru kasih kesempatan, seolah-olah apa idenya dia dilanjutkan, masing-masing, saran saya masalah teknis ya," kata Darori Wonodipuro, Rabu (8/7/2020).

Sebelumnya, para pengamat hingga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kerap bersuara menentang kebijakan Menteri Edhy yang membuka keran ekspor benih lobster.

Susi menyebut bahwa lobster sangat bernilai ekonomi tinggi, sehingga kelestariannya perlu dijaga.

"Lobster yang bernilai ekonomi tinggi tidak boleh punah, hanya karena ketamakan kita untuk menjual bibitnya; dengan harga seperseratusnyapun tidak. Astagfirulah .. karunia Tuhan tidak boleh kita kufur akan nikmat dr Nya," tulis Susi Pudjiastuti dalam akun Twitternya. (*)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Disebut Gagal Kelola Sektor Perikanan, Susi Pudjiastuti: Makanya Cuma Satu Periode Pak, 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved