Opini

Masa Pandemi Virus Covid-19, Saatnya Tunda Kehamilan

Selama Mei-Juni saat pandemi Covid-19 menginfeksi wilayah Indonesia, beberapa e-mail senada diterima oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia

Editor: Edi Sumardi
DOK PRIBADI
Kolumnis dan Direktur Eksekutif PKBI, Eko Maryadi 

Mayoritas pengakses layanan KTD pun biasanya akseptor KB yang sudah menggunakan alat kontrasepsi, tapi terputus penggunaanya akibat wabah Covid-19.

Teorinya sederhana: jika ada 100 pasangan putus kontrasepsi, maka sekurangnya 15 atau 20 pasangan bisa hamil jika melakukan aktivitas seksual 2 sampai 3 kali seminggu.

Artinya 15-20 persen pasangan usia subur yang tidak memakai alat kontrasepsi akan mengalami kehamilan yang tidak diinginkan.

Menurunnya penggunaan alat kontrasepsi (alkon) disebabkan banyak faktor, antara lain banyak apotek atau klinik penyedia layanan kesehatan tutup atau terhambat operasionalnya akibat Covid-19.

Atau melonjaknya kebutuhan rumah tangga yang nenggeser prioritas kepada layanan kontrasepsi, di samping banyak akseptor KB yang enggan atau batal mengakses alkon karena takut terpapar petugas medis yang melayani pasien Covid-19.

Di Indonesia ada tujuh jenis alkon yang banyak digunakan warga yakni IUD atau spiral (dimasukkan ke dalam rahim), suntik, pil KB, kondom, susuk (ditanam pada kulit), tubektomi (untuk perempuan) dan vasektomi (kontrasepsi untuk pria).

Berdasarkan data survei dari Honestdoc, sekitar 64 persen warga memilih kondom sebagai alkon andalan, dan tiga propinsi pengguna kondom terbanyak ialah Bengkulu (87), Bali (80 persen) dan DKI Jakarta (76 persen).

BKKBN tercatat sekitar 10 persen warga yang putus kontrasepsi selama pandemi Covid-19.

Itu artinya sekitar 2,5 juta sampai 3 juta akseptor KB dan warga yang tidak memakai alat kontrasepsi berpotensi mengalami kehamilan tidak diinginkan (KTD).

Jika dikaitkan dengan kompleksitas dan risiko kesehatan selama pandemi, peningkatan angka KTD dikuatirkan menaikkan risiko kematian ibu dan anak, dan meningkatkan rasio kematian warga selama pandemi Covid-19.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved