Breaking News:

Bahan Bakar Minyak

Kuala Mas Jamin Stok BBM di Pulau Terluar Pangkep

Pengoperasian perdana kapal ke-11 milik Kuala Mas ini ditandai pembacaan Barasanji yang dilakukan puluhan orang di atas kapal tanker ini.

TRIBUN TIMUR/ABD AZIS
Launching Kapal tanker SPOB Putra Kalimas 7 uji coba berlayar saat launching di Pelabuhan Bonto Bahari, Kecamatan Bontoa, Maros, Rabu (8/7/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perusahaan Kuala Mas launching pengoperasian kapal tanker SPOB Putra Kalimas 7 secara sederhana di Pelabuhan Bonto Bahari, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulsel, Rabu (8/7/2020).

Pengoperasian perdana kapal ke-11 milik Kuala Mas ini ditandai pembacaan Barasanji yang dilakukan puluhan orang di atas kapal tanker ini.

Perwakilan perusahaan Kuala Mas Sahiruddin mengatakan, kapal ini akan melayani pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis subsidi ke tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di pulau terluar di Pangkep.

Yaitu, SPBU PT Kaluku Jaya Mas di Liukang Tanggayya yang berbatasan dengan Lombok Timur, PT Pulau Raya Kalmas di Kecamatan Liukang Kalmas berbatasan Bali-Madura, dan PT Pandangan Kuala Mas di Pulau Kapoposang, Kecamatan Liukang Tupabiring.

"Insya Allah, dengan pengoperasian kapal ini (SPOB Putra Kalimas 7) kita akan menjaga dan menjamin stok BBM di tiga SPBU tersebut senantiasa aman terkendali. Kami (Kuala Mas) memang mendapatkan kepercayaan untuk menyuplai dan memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama nelayan di tiga SPBU di tiga pulau tersebut," katanya via rilis, Kamis (9/7/2020).

Sahiruddin mengaku jika kalan ini nantinya selain mengangkut BBM juga akan membawa tabung gas ke pulau tersebut.

"Alhamdulillah, sudah satu tahun terakhir ini, kita suplai kebutuhan BBM dan tabung gas ke pulau terluar Pangkep, makanya kita terus berupaya memberikan pelayanan maksimal dengan adanya kapal baru ini," jelasnya.

Sahiruddin mengakui, kapasitas kapal tanker SPOB Putra Kalimas 7 ini, sebanyak 4.500 liter BBM. "Kita akan melayani tiga lokasi SPBU tersebut setiap pekannya untuk menjaga ketersediaan stok di sana," katany.

Bendera perusahaan Kuala Mas sendiri selama ini bergerak di sektor minyak (BBM) dan pengangkutan, termasuk melayani SPBU hingga ke Papua dan daerah kepulauan lainnya.

Sebagian besar kapal bendera Kuala Mas beroperasi di Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, dengan melayani tujuh SPBU di kabupaten pemekaran, yaitu Kabupaten Asmat, Yahukimo, Supiori, dan Kabupaten Mamberamo Raya.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved