Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penjelasan Lengkap Kementan soal Kalung Antivirus Corona, Benarkah Belum Melalui Uji Klinis?

Antivirus buatan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan saat ini telah mendapatkan hak patennya.

Editor: Anita Kusuma Wardana
Istimewa
Kementerian Pertanian akan memproduksi kalung dari tanaman eucalyptus yang disebut sebagai antivirus Corona 

TRIBUN-TIMUR.COM- Kalung antivirus Corona buatan Kementerian Pertanian menuai sorotan.

Pasalnya, kalung tersebut diklaim bisa mencegah penularan Virus Corona atau Covid-19.

Bahkan, Kementerian Pertanian akan memproduksi kalung antivirus corona (Covid-19).

Kalung ini merupakan satu dari beberapa produk inovasi antivirus berbasis eucalyptus yang dikembangkan oleh Kementan.

Antivirus buatan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan saat ini telah mendapatkan hak patennya.

Seram! Bandingkan Makassar 1,5 Juta Warga 3521 Positif Covid-19, Jabar 48 Juta Warga 3578 Corona

Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry, menjelaskan ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah dan masyarakat Indonesia dalam menyikapi wabah Covid-19.

Selain itu, Fadjry mengatakan langkah ini juga sebagai upaya pemerintah menghargai dan mendukung karya anak bangsa.

"Para peneliti di Balitbangtan ini juga bagian dari anak bangsa, mereka berupaya keras menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk bangsanya, semoga hal ini mampu menjadi penemuan baik yang berguna bagi kita semua," jelas Fadjry, dikutip dari pertanian.go.id.

Prototipe antivirus corona eucalyptus oleh Kementan.
Prototipe antivirus corona eucalyptus oleh Kementan. (Dokumen Kementan RI)

Eucalyptus dikenal mampu melegakan saluran pernapasan, menghilangkan lendir, pengusir serangga, disinfektan luka, penghilang nyeri, mengurangi mual, dan mencegah penyakit mulut.

Fadjry menjelaskan, minyak atsiri eucalyptus citridora bisa menjadi antivirus terhadap virus avian influenza (flu burung) subtipe H5N1, gammacorona virus, dan betacoronavirus.

Dituduh Pelakor, Wanita 30 Tahun ini Dipermalukan di Jalan, Ditelanjangi hingga Disiram Saos

Hal tersebut berdasar hasil uji molecular docking dan uji in vitro di Laboratorium Balitbangtan.

Laboratorium yang digunakan sebagai tempat penelitian eucalyptus telah mengantongi sertifikat level keselamatan biologi atau biosavety level 3 (BSL 3) milik Balai Besar Penelitian Veteriner.

Fadjry mengatakan, Virologi Kementan pun sudah melakukan penelitan sejak 10 tahun lalu dan tak asing dalam menguji golongan virus corona seperti influenza, beta corona, dan gamma corona.

"Setelah kita uji ternyata Eucalyptus sp. yang kita uji bisa membunuh 80-100 persen virus mulai dari avian influenza hingga virus corona."

"Setelah hasilnya kita lihat bagus, kita lanjutkan ke penggunaan nanoteknologi agar kualitas hasil produknya lebih bagus," jelasnya.

Berbagai studi mengungkapkan, obat ini hanya cukup 5-15 menit diinhalasi akan efektif bekerja sampai ke alveolus.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved