Breaking News:

GP Ansor

Di Hadapan Pj Wali Kota Makassar, GP Ansor Nyatakan Siap Terlibat dalam Penanganan Covid

Karena itu Ia pun terlihat sangat merespon ketika GP Ansor Sulsel dan Makassar hadir menyatakan kesediaan untuk membangun sinergi

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/SALDI IRAWAN
Kunjungan audiens Ansor Sulsel ke PJ Walikota Makassar dalam agenda penanganan covid 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Prof Rudy Djamaludin mengapresiasi keterlibatan semua pihak dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Makassar.

Karena itu Ia pun terlihat sangat merespon ketika GP Ansor Sulsel dan Makassar hadir menyatakan kesediaan untuk membangun sinergi dengan pemerintah kota melawan pandemi tersebut.

“Tidak bisa selesai Covid ini kalau kita tidak bergerak secara bersama-sama. Dengan kehadiran GP Ansor tentu kita bersyukur dalam artian upaya-upaya kita dalam mengedukasi masyarakat terkait Covid-19 bisa dilakukan lebih massif lagi,” kata PJ Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin di Posko Induk Covid-19 Kota Makassar, Kamis (2/7).

Menurut Rudy peningkatan kasus Covid di Makassar disebabkan ketidakpatuhan masyarakat. Namun lebih dari itu, Ia menyebut faktor lain dikarenakan banyaknya masyarakat yang tidak memahami dengan benar terkait Covid, dampak jika terkena, dan bagaimana agar terhindar dari virus tersebut.

Padahal Covid bisa menjangkiti siapa pun tanpa kenal usia dan tempat. Olehnya itu memang dibutuhkan keterlibatan semua kalangan, termasuk organisasi kepemudaan, yang kata Rudy bisa memberi edukasi dengan cara dan pendekatan masing-masing.

Dengan catatan, lanjutnya tetap mengedepankan budaya-budaya santun dan kesopanan serta tidak menekan masyarakat dalam memberikan edukasi. Harus lebih memahami karakter lokal Bugis-Makassar siapakatau, sipakalebi, dan sipakainge.

Ketua GP Ansor Sulsel Rusdi Idrus menyampaikan hal senada bahwa sinergi dengan pemerintah harus dibangun. Apalagi dalam situasi pandemi covid 19, semua komponen harus bahu membahu bekerjasama, mematuhi protokol kesehatan serta senantiasa menjaga kebersihan.

Demikian pula GP Ansor mendorong tokoh agama atau pun pondok pesantren untuk berkontribusi dalam penanganan dengan memberi edukasi Covid-19. Selain itu juga melibatkan relawan psikolog yg bisa memberikan bimbingan konseling, agar keluarga korban tidak mengalami trauma dan juga tidak dikucilkan oleh masyarakat sekitar.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved