Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

UMI

UMI Siapkan Tiga Jenis Beasiswa Bagi Mahasiswa Baru, Apa Saja?

UMI sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan akreditasi A, dan juga salah satu yang terbesar di Makassar setiap tahunnya

Penulis: Alfian | Editor: Sudirman
Ist
Wakil Rektor I Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr Hanafi Arsyad, saat menjadi narasumber Bincang Kampus Virtual bersama Tribun Timur, Sabtu (27/6/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Tahun ajaran baru 2020/2021, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar menyiapkan tiga jenis beasiswa bagi calon mahasiswa baru.

UMI sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan akreditasi A, dan juga salah satu yang terbesar di Makassar setiap tahunnya memiliki jumlah peminat hingga ribuan orang.

Pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) 2020 ini UMI menyiapkan 4500 kuota bagi pendaftar.

Sebagai bagian dari komitmen mengembangkan pendidikan tinggi, tahun ini UMI juga menyiapkan berbagai beasiswa.

Setidaknya ada tiga jenis beasiswa yang bisa dipilih oleh para pendaftar.

Pertama yakni beasiswa Yayasan Wakaf UMI dengan kuota yang disiapkan yakni 2,5 persen dari total mahasiswa baru yang akan diterima tahun ini.

"Ini beasiswa dikhususkan bagi mereka yang tidak mampu secara ekonomi tapi mampu secara akademik," ujar Wakil Rektor I UMI, Dr Hanafi Arsyad, Sabtu (26/6/2020).

Seleksinya dilaksanakan secara online dimulai 13 Juli.

"Apabila dari seleksi adminsitratif dinyatakan bebas tes, maka itu dilanjutkan tes secara online," ujarnya.

Beasiswa yang kedua yakni kerjasama UMI dengan Medcom.id melalui program Online Scholarship Competition (OSC).

UMI dan Medcom.id menyepakati kerjasama beasiswa pada Juli 2019 lalu bagi 20 mahasiswa baru UMI tahun akademik 2020/2021.

"20 mahasiswa yang menerima beasiswa ini bebas memilih Fakultas dan Prodi, tapi dikecualikan untuk Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi dan Farmasi," sambungnya.

Selain kedua jenis beasiswa ini, UMI juga menyiapkan beasiswa pengganti Bidik Misi.

Mereka yang menerima beasiswa ini adalah pemilik Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Untuk jumlahnya Dr Hanafi menyebut pihaknya mengembalikan ke Pemerintah Pusat yang mengatur kisaran jumlah penerima beasiswa KIP di UMI.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved