Unhas

Fakultas Pertanian Unhas Bantu Kembangkan Inovasi Traktor Tanpa Awak Karya Petani Asal Bone

Pria yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) ini mampu memodifikasi alat bajak sawah itu tanpa membutuhkan tenaga manusia.

TRIBUN TIMUR/KASWADI
Traktor tanpa awak yang dikendalikan lewat remot kontrol yang dibuat Udin seorang petani di Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Seorang petani di Kabupaten Bone, Udin, menarik perhatian dan sempat viral di media sosial berkat traktor tanpa awak yang ia ciptakan.

Pria yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) ini mampu memodifikasi alat bajak sawah itu tanpa membutuhkan tenaga manusia.

Hanya berbekal pengetahuan seadanya dan alat seadanya, traktor miliknya bisa digunakan tanpa awak alias hanya difungsikan lewat remote kontrol.

Inovasi Udin ini kemudian mendapat perhatian dari Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin (Unhas).

Dekan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Prof Baharuddin beserta jajaran dan tim ahli , mengunjungi langsung Udin dalam kegiatan pendampingan petani inovator, Rabu (23/6/2020) lalu.

Saat ditemui tim dari Fakultas Pertanian Unhas, Udin menjelaskan bahwa hal ini merupakan salah satu ide inovatif yang dibuat.

Ini merupakan sebagai jawaban dari permasalahan yang sering kali dihadapi saat melakukan kegiatan pertanian.

Alat ini digerakkan dengan menggunakan remote control dengan maksimum jarak pengendali 500 meter, sehingga tidak memerlukan tenaga banyak dalam proses penggunaannya.

"Karena saya sudah tua, jadi mudah capek saat menggarap sawah. Olehnya itu, saya berpikir untuk membuat traktor yang tidak perlu lagi tenaga banyak," ujar dalam rilisnya, Jumat (26/6/2020).

Untuk pengerjaannya kurang lebih 4-6 bulan dengan estimasi anggaran sekitar 5 juta.

Lebih lanjut, ia berharap inovasi ini bisa mendapatkan perhatian dari pemerintah untuk selanjutnya dikembangkan menjadi lebih sempurna.

Dekan Fakultas Pertanian Unhas, Prof Baharuddin menyampaikan, peran perguruan tinggi diperlukan dalam setiap ide inovatif masyarakat sebagai bagian dari bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Sehingga, Perguruan Tinggi tidak sebagai menara gading, tapi lebih melihat dan merangkul petani untuk lebih berinovasi untuk menjawab permasalahan majemuk dalam pertanian.

"Setelah melihat video viral ini, kami merasa terinspirasi dari ide yang dibuat. Sehingga, nantinya kita berharap inovasi ini bisa dikembangkan dan dilindungi melalui hak paten dan menjadi pemicu untuk petani lainnya dalam memanfaatkan perkembangan teknologi dalam dunia pertanian," jelas Prof Baharuddin.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Alfian
 
 
 

Tags
Bone
Unhas
Penulis: Alfian
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved