Demo Tuntut Air Bersih
Pemkab Maros Terima Peserta Aksi untuk Diskusi Terkait Masalah Air Bersih di Bontoa
Pemkab Maros akhirnya menerima peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tanah Gersang "Bontoa Krisis Air Bersih.
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUNMAROS.COM, TURIKALE - Pemkab Maros akhirnya menerima peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tanah Gersang "Bontoa Krisis Air Bersih" untuk berdiskusi terkait air bersih di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Sekretaris Daerah Maros, Davied Syamsuddin, yang mewakili Pemkab Maros mengatakan, pihaknya telah mengadakan uji geolistrik sebelumnya di wilayah Bontoa. Namun, tak ditemukan sumber air bersih.
“Hasilnya air disana asin, karena memang sumber air bersih yang terdekat itu di Balitjas (sekarang Balitsereal) dan Bontojolong,” ujarnya, Kamis (25/6/2020)
Ia mengatakan, pembangunan reservoir sebenarnya sudah berjalan sejak 2019 dan tahun ini sisa tahap finishing.
“Tahun lalu nilai kontraknya Rp 880 juta untuk reservoir, pipanya Rp 1,4 miliar. Tahun ini finishing Rp 600 juta, pipa Rp 1 miliar,” jelasnya.
Ia menyebutkan, pipa yang terpasang sekarang sudah sejauh 8,3 km.
“Sudah masuk ke kantor camat (Bontoa),” katanya. Kemudian, tahun ini dilanjutkan lagi sejauh 8 km. Sehingga total panjang pipa sekitar 16 km," ungkapnya.
Pengadaan fasilitas air bersih ini ditargetkan rampung Oktober 2020.
Nantinya, pipa tersebut bakal terhubung ke bak-bak hidran yang akan dibangun di wilayah Bontoa.
Rencananya dipasang di fasilitas umum, seperti masjid, puskesmas, atau gedung pemerintah.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Air Bersih, Munawir, menambahkan, kapasitas tandon yang dibangun berkisar 200 meter kubik.
Masing-masing 100 meter kubik di Bontojolong dan Balitjas.
“Jadi, prosesnya, air diambil dari sumur bor, lalu ke kolam penampungan. Kemudian ke atas tandon, dari tandon dilempar ke jaringan pipa untuk masyarakat,” tuturnya.
Meski sempat berdebat dengan perwakilan Aliansi Masyarakat Tanah Gersang, akhirnya diskusi berjalan lancar.
Dan pihak pemerintah berjanji akan segera mengatasi krisis air yang ada di Kecamatan Bontoa.
Diberitakan sebelumnya, massa mengaku rakyat Bontoa sudah berpuluh-puluh tahun tidak mendapat perhatian terkait kelangkaan air bersih.
Karenanya mereka menuntut untuk bertemu dengan Bupati Maros, Hatta Rahman.
Petugas Satpol PP dan pihak kepolisian sempat bersitegang dengan massa karena massa mendorong pagar untuk memaksa masuk ke dalam kantor bupati.(*)
Laporan Wartawan Tribunmaros.com, M Ikhsan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sekretaris-daerah-maros-davied-syamsuddin-bersama-kapolres-maros.jpg)