Demo Tuntut Air Bersih

Pemkab Maros Terima Peserta Aksi untuk Diskusi Terkait Masalah Air Bersih di Bontoa

Pemkab Maros akhirnya menerima peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tanah Gersang "Bontoa Krisis Air Bersih.

TRIBUN-TIMUR.COM/AM IKHSAN
Sekretaris Daerah Maros Davied Syamsuddin, bersama kapolres Maros dan Dandim 1422 Maros menemui pengunjuk rasa, Kamis (25/6/2020). 

TRIBUNMAROS.COM, TURIKALE - Pemkab Maros akhirnya menerima peserta aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tanah Gersang "Bontoa Krisis Air Bersih" untuk berdiskusi terkait air bersih di Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Sekretaris Daerah Maros, Davied Syamsuddin, yang mewakili Pemkab Maros mengatakan, pihaknya telah mengadakan uji geolistrik sebelumnya di wilayah Bontoa. Namun, tak ditemukan sumber air bersih.

“Hasilnya air disana asin, karena memang sumber air bersih yang terdekat itu di Balitjas (sekarang Balitsereal) dan Bontojolong,” ujarnya, Kamis (25/6/2020)

Ia mengatakan, pembangunan reservoir sebenarnya sudah berjalan sejak 2019 dan tahun ini sisa tahap finishing.

“Tahun lalu nilai kontraknya Rp 880 juta untuk reservoir, pipanya Rp 1,4 miliar. Tahun ini finishing Rp 600 juta, pipa Rp 1 miliar,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pipa yang terpasang sekarang sudah sejauh 8,3 km.

“Sudah masuk ke kantor camat (Bontoa),” katanya. Kemudian, tahun ini dilanjutkan lagi sejauh 8 km. Sehingga total panjang pipa sekitar 16 km," ungkapnya.

Pengadaan fasilitas air bersih ini ditargetkan rampung Oktober 2020.

Nantinya, pipa tersebut bakal terhubung ke bak-bak hidran yang akan dibangun di wilayah Bontoa.

Rencananya dipasang di fasilitas umum, seperti masjid, puskesmas, atau gedung pemerintah.

Halaman
12
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved