Tribun Pinrang

Belasan Anjing di Pinrang Mati Akibat Diracun Tim Dinas Peternakan, Begini Respon Aktivis

Teror anjing gila menyerang warga di Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, beberapa hari terakhir.

Belasan Anjing di Pinrang Mati Akibat Diracun Tim Dinas Peternakan, Begini Respon Aktivis
udin/citizen
Sebanyak 14 ekor anjing yang terdata mati akibat upaya eliminasi Dinas Peternakan Pinrang.

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Teror anjing gila menyerang warga di Kelurahan Bentengnge, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, beberapa hari terakhir.

Informasi yang dihimpun TribunPinrang.com, anjing ganas itu telah menerkam sedikitnya lima orang warga. 

Merespon hal itu, Dinas Peternakan Kabupaten Pinrang pun telah melakukan beragam upaya untuk menanggulangi persoalan tersebut.

Salah satunya dengan melakukan eliminasi atau peracunan anjing liar.

Saat ini, sebanyak 14 ekor anjing yang terdata mati akibat upaya eliminasi tersebut.

Upaya pemerintah ini pun menuai sorotan di tengah masyarakat. Pasalnya, dianggap serampangan dan melampaui batas.

"Apakah tidak ada cara lain, tanpa harus mengorbankan banyak ekor anjing," kata salah seorang aktivis pemuda, Asrul kepada TribunPinrang.com, Selasa (23/6/2020).

Lagi pula, menurutnya, siapa yang bisa menjamin bahwa belasan anjing yang mati akibat racun tersebut benar-benar liar.

"Siapa tahu milik warga yang luput dari sosialisasi," ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Penyuluhan, Drh, Elvi Martina menjelaskan, anjing yang diracun tersebut merupakan anjing liar yang berpotensi menularkan rabies ke manusia.

Sedangkan, semua anjing peliharaan itu divaksin rabies oleh petugas.

"Jadi peracunan ini dilakukan selektif. Tentunya, nyawa manusia lebih diutamakan," pungkasnya.(*)

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, @herysyahrullah

Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved