Breaking News:

FTI UMI

Rektor UMI Basri Modding: IPK Tinggi Tidak Menjamin

Rektor Universitas Muslim Indonesia atau UMI, Prof Basri Modding mengingatkan kepada alumni UMI agar tidak mengandalkan IPK tinggi

TRIBUN-TIMUR.COM - Rektor Universitas Muslim Indonesia atau UMI, Prof Basri Modding mengingatkan kepada alumni UMI agar tidak mengandalkan IPK ( Indeks Prestasi Kumulatif ) tinggi di era yang kompetitif.

Dia merujuk pada hasil survei National Association of College and Employee (NACE) di Amerika Serikat pada 2002.

Dari hasil survei organisasi nirlaba itu fakta mengejutkan.

Dari 20 kriteria penting seorang juara, indikator "IPK tinggi" hanya menempati urutan ke-17.

"Sekarang ini perlu diarahkan kepada mahasiswa bahwa IPK tinggi itu tidak menjamin," kata Basri Modding saat menyampaikan kata sambutan pada acara penyumpahan insinyur angkatan VII Program Studi Program Profesi Insinyur FTI UMI secara virtual, Jumat (19/6/2020).

Rektor Endorse Masker 3D Buatan FTI UMI dan Puji Para Relawan Penanganan Covid-19

Ternyata, menurut survei tersebut, indikator terpenting dari seorang juara atau bisa sukses adalah kemampuan komunikasi, integritas, kerja sama, dan etika.

"Pertama adalah kemampuan berkomunikasi. Kemampuan berkomunikasi inilah yang dibutuhkan dunia kerja, yaitu industri-industri di Amerika. Yang kedua adalah integritas yaitu kejujuran dan kepercayaan. Saya kira dengan banyaknya penyumpahan hari ini itu salah satu indikasi bahwa standar Industri itu itu punya integritas punya kemampuan berkomunikasi," kata Basri Modding.

Sementara, hasil penelitian Universitas Harvard, perguruan tinggi terbaik di dunia menunjukkan bahwa kesuksesan seseorang tidak semata ditentukan pengetahuan dan keterampilan teknis (hard skill), tetapi juga keterampilan mengelola diri dan orang lain (soft skill).

Rektor Universitas Negeri, Dekan, Eksekutif BUMN dan Freeport Tamatkan Studi Insinyur di FTI UMI

Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa hard skill hanya menentukan 20 persen kesuksesan sesorang.

Adapun sisa 80 persennya ditentukan oleh kemampuan soft skill.

Basri Modding mengapresiasi FTI UMI bisa membekali alumninya kemampuan soft skill.

"Sperti apa? Ternyata hari ini kita dilihat bahwa dia itu sudah diterapkan di FTI UMI," kata Guru Besar Fakultas Ekonomi UMI itu.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved