Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Akibat Kecerobohan Keluarga, Pasien Covid-19 Meninggal, Kabel Ventilator Dicabut dan Diganti AC

Pasien asal Kota, Rajasthan, India tersebut meninggal setelah keluarganya memutus kabel ventilator dan memasang pendingin udara karena kegerahan.

Editor: Ansar
HUMAS Universitas Indonesia
Ventilator Covent-20 berhasil melalui uji klinis manusia dan siap didistribusikan untuk membantu penanganan Covid-19 di seluruh rumah sakit rujukan. 

TRIBUN-TIMUR.COM -  Seorang pasien Covid-19 yang telah kritis, meninggal begitu saja akibat kecerobohan keluarganya.

Pasien asal Kota, Rajasthan, India tersebut meninggal setelah keluarganya memutus kabel ventilator dan memasang pendingin udara karena kegerahan.

Dikutip dari India Times, Rumah Sakit Maharao Bhimsingh (MBS) di Kota memiliki fasilitas medis kurang memadahi untuk pasien Covid-19

Bahkan ada laporan beberapa pasien Covid-19 di sana meninggal karena kepanasan.

Haji 2020 Batal, Anggota DPRD Wajo Datangi Kantor Kemenag Sulsel

Pupuk Subsidi Alami Kelangkaan, Petani di Maros Mengeluh

Sayangnya kondisi inilah yang justru membuat salah satu keluarga pasien melakukan sesuatu yang berujung Kematian.

 

Dr Basari saat memperkenalkan Ventilator transport lokal (Covent-20) yang dikembangkan Tim Ventilator Universitas Indonesia (UI) di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Produksi COVENT-20 dilakukan sesuai standar produksi alat kesehatan, Alat tersebut juga akan didistribusikan ke rumah sakit rujukan Covid-19 dan Rumah Sakit Darurat Covid-19 yang menangani pasien terinfeksi virus corona. Tribunnews/Jeprima
Dr Basari saat memperkenalkan Ventilator transport lokal (Covent-20) yang dikembangkan Tim Ventilator Universitas Indonesia (UI) di Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Produksi COVENT-20 dilakukan sesuai standar produksi alat kesehatan, Alat tersebut juga akan didistribusikan ke rumah sakit rujukan Covid-19 dan Rumah Sakit Darurat Covid-19 yang menangani pasien terinfeksi virus corona. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Menurut kabar yang beredar, insiden ini terjadi pada Senin (15/6/2020) lalu.

Merasa kegerahan dan panas, salah satu keluarga pasien mencabut colokan yang terhubung dengan ventilator.

Sebagai gantinya dia menghubungkan kabel AC ke colokan, dengan maksud ingin menghidupkan pendingin.

Nahasnya keluarga pasien itu tidak tahu bila kelakuannya menyebabkan kematian bagi sang pasien.

Ventilator itu hanya bertahan beberapa lama dengan baterai yang ada.

Lalu ketika daya-nya habis, kondisi pasien Covid-19 tersebut memburuk dan meninggal.

Melihat kondisi pasien yang terus memburuk, keluarganya langsung memanggil dokter.

Sayangnya waktunya sudah terlambat untuk dokter dan petugas medis lainnya melakukan CPR.

Antara tidak sadar melakukan kesalahan atau ingin melampiaskannya pada dokter, keluarga pasien tersebut menyalahkan dokter karena kematian tersebut.

Menurut laporan dari media lokal, keluarga itu memarahi para dokter di rumah sakit dengan kata-kata yang kasar.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved