Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Budidaya Porang

Dulu Dianggap Gulma, Kini Warga Desa Puncak Sinjai Budidayakan Porang

Di tengah krisis ekonomi sebagai imbas dari pandemi corona, budidaya tanaman porang di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan menggeliat.

Tayang:
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Petani di Desa Puncak, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan sedang membenahi tanaman porangnya, Kamis (18/6/2020). 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI SELATAN - Di tengah krisis ekonomi sebagai imbas dari pandemi corona, budidaya tanaman porang di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan menggeliat.

Salah satunya di Desa Puncak, Kecamatan Sinjai Selatan. Di desa itu petaninya rata-rata membudidayakan tanaman porang.

Sejak memasuki masa pandemi corona, petani lebih banyak menanam tanaman porang atau warga setempat menyebutnya tanaman tire.

"Selama pandemi corona ini kami geluti tanaman tire (porang). Alhamdulillah sangat membantu perekonomian masyarakat khususnya yang membudidayakan tanaman ini," kata Kamal tokoh masyarakat Desa Puncak, Kamis (18/6/2020).

Para petani di desa itu kini mulai panen. Usia rata-rata antara enam hingga tujuh bulan. Tanaman yang dipanen ini yang ditanam petani sejak Desember tahun 2012.

Sebagian pula ada yang baru menanam sejenis umbi-umbian itu.

Dari hasil penjualan porang itu ada yang mencapai jutaan hingga puluhan juta per orang sesuai dengan luas lahan warga.

"Jika luas lahannya dan banyak tanaman porangnya maka warga tani juga banyak menghasilkan," jelas Kamal.

Saat ini harga buah porang per kilogram Rp 8.500.

Dikatakan, awalnya warga di Desa Puncak di Sinjai dan beberapa daerah lainnya di Sinjai mengabaikan tanaman itu dan menyebutnya sebagai gulma bagi tanaman lainnya seperti tanaman lada.

Tiga tahun terakhir tanaman itu ternyata bernilai. Barulah petani berlomba-lomba menanam.

Tahun 2018 lalu, harga porang hanya dihargai Rp 1.500 ribu per kilogram. Dan kini sudah mencapai Rp 8.500 per kilogram.

Hasil usaha budidaya itu, mampu digunakan membiayai anak-anak petani untuk sekolah dan kuliah.

Terpisah Bupati Sinjai A Seto Gadhista Asapa merespon bagus warga Sinjai yang kreatif budidayakan poroang di tengah pandemi corona.

Dibawa Tentara Jepang ke Sinjai

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved