Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Bantaeng

Setelah Banjir Bandang, Ini Kendala Dihadapi PDAM Bantaeng

Kerusakan parah terjadi pada dua titik yaitu, sumber air PDAM di Sungai Salluang, Kecamatan Bissappu dan Sungai Sinoa, Kecamatan sinoa.

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Sudirman
Ist
Kondisi sumber air Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Bantaeng pada sungai Sinoa, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng, pasca banjir 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Beberapa sumber air Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Bantaeng, mengalami kerusakan setelah banjir bandang. 

Kerusakan parah terjadi pada dua titik yaitu, sumber air PDAM di Sungai Salluang, Kecamatan Bissappu dan Sungai Sinoa, Kecamatan sinoa.

Dampaknya, air PDAM tidak mengalir khususnya di wilayah Kecamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng.

Direktur PDAM Bantaeng, Muhammad Fajri mengatakan, dua titik sumber air itu tidak berproduksi karena terjadi kerusakan akibat banjir.

"Dua pengolahan kita kemarin itu tidak berproduksi karena kita punya pipa di sumber air di sungai salluang dan Sinoa," kata Fajri saat dihubungi TribunBantaeng.com, Selasa, (16/6/2020).

Selain patahnya pipa, sumber airjuga tertimbun longsor.

Akan tetapi setelah perbaikan dilakukan, sumber air di sungai Sallauang saat ini sudah mulai berproduksi kembali.

Namun, membutuhkan waktu untuk melakukan pengolahan sebelum disalurkan ke seluruh perpipaan rumah warga karena airnya keruh.

Sementara, sumber air PDAM di sungai Sinoa sudah berproduksi tetapi belum maksimal karena masih terdapat pipa yang harus dilakukan perbaikan.

"Sinoa sudah berproduksi tetapi belum maksimal karena masih ada pipa sementara disambung. Semoga besok selesai," jelasnya.

Selain pada sumber air PDAM, beberapa daerah mengalami masalah perpipaan putus seperti di daerah Jalan Lingkar, dan Kampung Kaili.

Sehingga, khusus wilayah kecamatan Bissappu air PDAM belum mengalir. Tetapi untuk wilayah Kecamatan Bantaeng tidak ada kendala.

Oleh karena itu, dilakukan pendistribusian air PDAM langsung kepada warga dengan menggunakan empat unit mobil tangki.

"Kami cuma ada 1 unit mobil tangki, tetapi dapat bantuan dari TNI dan satuan 726 Kapeleri dan mobil dari BPBD Bulukumba," tambahnya.

Reporter: Achmad Nasution

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved