Tribun Sulbar

Pelaku Penipuan Rekrutmen Anggota Polri Diciduk di Sulbar, Minta Uang Rp 320 Juta

Seorang pria inisial WY diringkus Ditreskrimum Polda Sulbar, diduga pelaku penipuan pada penerimaan Polri di Polda Sulbar.

Polda Sulbar
Barang bukti yang diamankan Jatanras Polda Sulbar dari tersangka WY, pelaku penipuan penerimaan anggota Polri di Sulbar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Seorang pria inisial WY diringkus Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulbar, diduga pelaku penipuan pada penerimaan Polri di Polda Sulbar.

WY diringkus oleh Anggota Jatanras di tempat persembunyiannya di Kabupaten Polman.

Dirkrimum Poda Sulbar, Kombes Nyoman Artana, mengatakan, tersangka WY berhasil diamankan setelah sempat menjadi DPO Polda Sulbar.

"WY sempat lari ke Kalimantan Timur bersembunyi sehingga ditetapkan DPO. Namun atas kesigapan anggota Jatanras Polda Sulbar berdasarkan informasi yang diterima, akhirnya tersangka WY berhasil dibekuk di rumah orang tuanya di Polman,"kata Kombes Nyoman Artana kepada Tribun Timur.com, via whatsapp, Senin (15/6/2020) malam.

Kini WY sudah diamankan dan di Mapolda Sulbar untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Nyoman menjelaskan, berawal pada bulan Maret 2017, korban dengan insial HD memiliki anak perempuan atas nama Musdalifah, kala itu dinyatakan tidak memenuhi syarat pada tes kesehatan penerimaan Polri di Polda Sulbar.

Mengetahui hal tersebut, tersangka WY memanfaatkan kondisi tersebut dengan menyampaikan penawaran diri kepada korban untuk membantu luluskan Polisi tanpa tes dengan syarat harus membayar Rp 320 Juta.

Namun saat ditelisik usai penerimaan Polri, anak korban tidak juga kunjung berangkat pendidikan.

"Tersangka ini menawar kan dirinya bisa mengurus korban agar lulus polisi, dengan membayar Rp 320 Juta dan diserahkan secara bertahap,"jelasnya.

Setelah menunggu dan panitia mengelurkan pengumuman lulus pada penerimaan Polri 2017 di Polda Sulbar.

Korban tidak kunjung berangkat pendidikan dan rupanya mengakui bahwa dirinya sudah tertipu dan melaporkan kasus penipuan ini ke Polisi.

Selain kasus penipuan penerimaan Polri, rupanya tersangka juga dilaporkan dengan kasus lain yakni kasus penggelapan mobil Avanza dan kasus penggelapan BPKB yang ditangani Polresta Mamuju.

"Anggota menyita sejumlah barang bukti, diantaranya 1 unit mobil avanza, 1 lebar KTP dan 1 buah ATM. Kini tersangka sudah dalam sel Mapoda Sulbar, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,"tuturnya. (tribun-timur.com)

Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved