Breaking News:

Tribun Sinjai

Banjir Bandang Bantaeng-Jeneponto, Kadis BPBD Sinjai Langsung Ditelepon Bupati

Ia sempat khawatir melihat peristiwa bencana alam yang melanda daerah tetangganya Bantaeng dan Jeneponto yang sedang dilanda banjir bandang.

TRIBUN-TIMUR.COM/SAMBA
Kepala BPBD Sinjai Budiaman (kanan) saat memberikan keterangan media waktu lalu 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA- Peristiwa banjir bandang yang melanda Kabupaten Jeneponto dan Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan membuat khawatir para kepala daerah dibagian pesisir timur Sulawesi Selatan.

Seperti yang dialami oleh Bupati Sinjai Andi Seto Gadhista Asapa.

Ia sempat khawatir melihat peristiwa bencana alam yang melanda daerah tetangganya Bantaeng dan Jeneponto yang sedang dilanda banjir bandang.

Melihat kejadian itu, Seto langsung menelepon Kepala Dinas Badan Penanggunggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sinjai Budiaman.

Pasalnya saat itu, Kabupaten Sinjai juga ikut diguyur hujan lebat dibagian kaki Gunung Bawakaraeng bagian timur tepat berada di wilayah Sinjai.

"Melihat peristiwa banjir bandang di Bantaeng dan Jeneponto, Pak Bupati A Seto langsung menelepon saya memastikan wilayah kita aman dari bencana," kata Budiaman kepada TribunSinjai.com, Minggu (14/6/2020).

Mantan Kabag Humas Pemkab Sinjai Budiaman itu menjelaskan ke Bupati Sinjai Andi Seto, bahwa daerah dataran tinggi untuk sementara masih aman dari tanah longsor meski diguyur hujan deras.

Meski demikian sudah mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan karena bencana alam tidak dapat diprediksi.

"Seperti di Bantaeng, pagi dan siang cerah. Malamnya banjir bandang. Seperti ini yang harus diwaspadai dengan membaca tanda alam, apalagi saat ini anomali cuaca berubah-ubah," kata Budiaman.

Sejak Sinjai dilanda banjir pada bulan lalu, BPBD Sinjai intens mengingatkan ke warga agar mewaspadai banjir dan tanah longsor.

Kondisi geografis alam Kabupaten Bantaeng memiliki kemiripan dengan Kabupaten Sinjai.

Kabupaten Bantaeng dan Sinjai pernah mengalami banjir bandang pada hari bulan dan tahun yang sama yakni Juni Tahun 2006 lalu.

Sejumlah warga Sinjai tewas, sedang di Bantaeng sejumlah rumah terendam air banjir. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved