Tribun Luwu

Kabupaten Luwu Kekurangan 800 Guru, Ini Dampaknya

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Luwu, Amang Usman, Sabtu (13/6/2020).

desy arsyad/tribunluwu.com
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Amang Usman. 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, masih kekurangan 800 guru.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Luwu, Amang Usman, Sabtu (13/6/2020).

Amang mengakui pihaknya banyak mendapat sorotan terkait pemerataan guru di desa-desa.

Terutama dibeberapa desa terpencil di Kecamatan Bastem, Bastem Utara, Latimojong, dan Walenrang Barat.

"Pemerataan guru memang sangat sulit, karena kita kekurangan guru kurang lebih 800," kata Amang.

"Kita penuhi satu sekolah, satu lagi pasti kurang jadi sulit. Kita bisa atur kalau kita punya guru terpenuhi," katanya.

Anggota DPRD Luwu, Ridwan Bakokang, mengaku banyak mendapat keluhan dari masyarakat terkait tidak adanya guru di sekolah.

"Kekurangan guru selalu menjadi masalah utama sekolah yang ada di wilayah terpencil," katanya.

Sebenarnya, lanjut dia kekurangan guru dapat diatasi dengan mengangkat tenaga honorer.

"Karena ada juga pos anggaran untuk mereka," katanya.

Legislator PDIP ini akan membawa masalah ini ke ruang sidang.

"Akan menjadi catatan penting untuk diteruskan ke ruang sidang, sebagai referensi memanggil dinas terkait," paparnya.

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved