Update Corona Polman

Sempat Kisruh, Satu Keluarga di Polman Dijemput Gugus Tugas Covid-19

Satu keluarga tersebut dijemput karena adanya kisruh di masyarakat karena diduga memiliki kontak langsung dengan pasien positif Covid-19.

Ist
Suasana saat penjemputan satu keluarga di Wonomulyo Polman oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN – Satu keluarga di Desa Banua Baru, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polman, dijemput Tim Satgas Covid-19.

Satu keluarga tersebut dijemput karena adanya kisruh di masyarakat karena diduga memiliki kontak langsung dengan pasien positif Covid-19.

Ketua Tim Satgas Covid-19 Kecamatan Wonomulyo, Samiaji menuturkan, penjemputan itu sebagai upaya pencegahan konflik antar warga yang berbeda pandangan.

Samiaji menjelaskan, kisruh bermula saat salah seorang anggota keluarga itu datang dari Toli-toli, Sulawesi Tengah.

Warga di desa tersebut cemas dan menginginkan agar keluarga tersebut dikarantina di RSUD.

Sempat terjadi kericuhan antar warga saat tim melakukan penjemputan.

Namun kejadian tersebut tidak berlangsung lama karena personel polisi dari Polsek Wonomulyo bisa melerai sehingga kericuhan bisa diatasi.

“Ada dua versi yang kami temukan yaitu mau dikarantina mandiri, sementara ada juga warga maunya dikarantina di rumah sakit,” ungkap Samiaji via telepon, Jumat (12/6/2020).

Samiaji mengatakan, sebelum satgas Covid-19 melakukan penjemputan, pihaknya telah melakukan koordinasi kepada pemerintah desa dengan menghadirkan pihak keluarga dan tokoh masyarakat.

“Terjadi kesalahan pahaman antar warga kita juga sudah antisipasi dari pagi, namun karena kami kecolongan jadi agak bermasalah. Tapi alhamdulillah masyarakat juga mengerti sehingga warga yang dijemput bisa dibawa ke RS Pratama Wonomulyo,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur RS Pratama Wonomulyo Sri Harni mengatakan, pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan.

Ia memastikan belum ada yang dinyatakan positif covid-19 diantara yang dijemput tersebut.

“Kita menunggu hasil rapid tes karena mungkin langsung diambil swabnya. Warga belum positif atau negatif karena kami baru mau melakukan rapid tes dan proses ini harus dilakukan secepat mungkin,” terangnya.(tribun-timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved