Banjir Wajo
Banjir di Wajo Dipicu Kerusakan Lingkungan di Daerah Hulu
Banjir yang dipicu curah hujan yang tinggi, serta air kiriman dari berbagai kabupaten yang ada di sekitar Kabupaten Wajo membuat 11.952 kepala keluarg
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pemerintah Kabupaten Wajo telah menetapkan status darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak Minggu (7/6/2020) kemarin sampai Sabtu (20/6/2020) mendatang.
Saat ini, banjir telah berdampak di 11 kecamatan di Kabupaten Wajo, yakni Tempe, Belawa, Tanasitolo, Majauleng, Sabbangparu, Pammana, Bola, Takkalalla, Sajoanging, Keera dan Pitumpanua.
Banjir yang dipicu curah hujan yang tinggi, serta air kiriman dari berbagai kabupaten yang ada di sekitar Kabupaten Wajo membuat 11.952 kepala keluarga terdampak.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Wajo, Andi Muhammad Baso Iqbal menyebutkan jika alih fungsi lahan dan oenggundulan hitan di wilayah hulu adalah dampak dari besarnya banjir yang selalu datang.
"Di daerah-daerah hulu seperti di Soppeng dan Sidrap itu telah terjadi penggundulan hutan, sehingga beban air yang semestinya busa diserap malah mengalir semua ke hilir," katanya, saat ditemui di Kantor Bupati Wajo, Senin (8/6/2020).
Danau Tempe, yang menjadi muara dua suangai besar di Sulawesi Selatan, yakni Sungai Walennae dan Sungai Bila. Meski Kabupaten Wajo tak hujan, tapi hulu dari sungai tersebut hujan, bisa dipastikan banjir akan melanda Kabupaten Wajo.
Selain itu, beberapa sungai yang bermuara di Teluk Bone yang melintasi daerah utara Kabupaten Wajo, juga menjadi soal.
"Tidak banyak yang bisa kita lakukan selain melakukan reboisasj atau penghijauan di daerah hulu, dan itu sudah kita komunikasikan dengan kabupaten lain," katanya.
Andi Muhammad Baso Iqbal juga menambahkan, upaya jangka pendek yang dilakukan adalah dengan mengendalikan pesisir Danau Tempe. Sedimentasi yang parah di Danau Tempe juga menjadi masalah.
"Revitalisasi masih berlangsung, tapi saat ini terkendala pandemi Covid," katanya.
Sementara, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Wajo, Andi Bau Manussa juga tak menampik musabab banjir tahunan di Kabupaten Wajo adalah kerusakan lingkungan di daerah hulu.
"Kita tahu kalau Wajo itu adalah muara dari 9 daerah, olehnya penanganan banjir di Wajo adalah masalah bersama sesungguhnya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/banjir-yang-melan453.jpg)