Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Ketua Prodi FEB Unhas Bagikan Tips Kelola UKM di Masa Pandemi Covid-19

Hal itu dia sampaikan dalam Webinar UKM Tangguh Tanggap Covid-19 Dinas Koperasi Pemerintah Provinsi Sulsel melalui video conference, Rabu (3/6/2020).

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Sudirman
Tribun/Nur Fajirani
ketua program studi doktor ilmu ekonomi FEB Unhas Anas Iswanto Anwar (tengah) dan ketua panitia Vebby Anwar (kanan)saat berkunjung ke Kantor Tribun Timur Jl Cendrawasih no 430, Kota Makassar, Minggu (15/9/2019. Rombongand iterima Wpemred Tribun Timur Ronald Ngantung (kiri) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Ketua Prodi Doktoral FEB Unhas, Dr Anas Iswanto Anwar menilai tak semua sektor Usaha Kecil Menangah (UKM) terpuruk.

Ada juga yang bisa berhasil di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu dia sampaikan dalam Webinar UKM Tangguh Tanggap Covid-19 Dinas Koperasi Pemerintah Provinsi Sulsel melalui video conference, Rabu (3/6/2020).

Webinar ini mengangkat tema "Menjadi UKM Tangguh, Sehat Bisnis dan Mental Saat dan Pasca Pandemi"

Hadir langsung Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sulsel Abd Malik Faisal, Dekan Psikologi UNM Prof Dr Muhammad Jufri MSi, Ketua Prodi Doktoral FEB Unhas Dr Anas Iswanto Anwar, Kabid PP Koperasi dan UKM Drs Abdul Azis Bennu MM.

Data Kamar Dagang dan Industri (kadin) Indonesia, bisnis yang menang yakni pertanian, e-commerce, ICT, personal dan healthcare, produksi makanan dan retail, supplier obat dan kesehatan.

Beberapa manajemen profesional untuk usaha tetap bisa berjalan.

"Manajemen stock produk, jangan terlalu banyak karena akan membuat dana tertahan," katanya.

Kedua, integrasi pengiriman barang dagangan dalam kota, antara kota, atau antar negara.

Ketiga, integrasi sistem pembayaran dengan transfer bank, e-wallet dan berbagai pembayaran tanpa bertemu.

Selain itu, dari segi pemasaran, Ketua Prodi Doktoral FEB Unhas, Dr Anas Iswanto Anwar meminta pemasaran sudah masuk dalam dunia digital.

"Selanjutnya, adalah pastikan cashflow terjaga dan sehat. Usahakan ada software akuntansi. Intinya, kita bisa menekan biaya atau dalam hal ini efisiensi," katanya.

Menurutnya, keuntungan hanya bisa didapatkan jika biaya operasional didorong ke bawah. Sementara itu, penjualan ditingkatkan.

Ketiga, Dr Anas memangkas anggaran biaya dan rencanakan ulang pendapatan.

Ia mengatakan, ekonomi global terpukul sehingga membutuhkan instrumental untuk menghentikan perekonomian yang negatif.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved