Sosok Frank Rizzo, Patung yang Dicoret-coret Demonstran saat Kerusuhan Terjadi di Amerika Serikat
Frank Rizzo dikenal sebagai sosok kontroversial sebagai wali kota maupun pejabat polisi.
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUNTIMURWIKI.COM - George Floyd di lingkungannya dikenal sebagai pria besar ala "raksasa" yang baik hati dan penyayang.
Hal tersebut diakui tidak hanya oleh keluarganya sendiri, tapi juga orang-orang di sekitarnya.
Pria kulit hitam itu meninggalkan Houston untuk memulai kehidupan baru di Minneapolis, tapi ternyata di situ pula ia menemui ajalnya secara tragis.
George Floyd tewas usai lehernya ditindih lutut polisi, ketika ia tiarap dan sedang diamankan.
Lelaki setinggi 2 meter itu ditangkap dengan tuduhan memakai uang palsu untuk bertransaksi di toko kelontong.
Insiden pembunuhan ini lalu memantik demonstrasi besar-besaran di Amerika Serikat (AS) dengan mengangkat isu rasialisme.
Tak hanya membakar dan menjarah toko-toko, demonstran juga turut mencoret-coret beberapa benda yang berada di tempat umum.
Misalnya saja sebuah patung di Philadelphia, Amerika Serikat yang dicorat-coret oleh demonstran.
Dalam foto yang didapatkan Tribunnews,com, patung itu penuh coretan merah dan putih.
Tidak hanya menjadi sasaran aksi vandaslime, patung tersebut juga hendak dirobohkan oleh demonstran namun gagal dilakukan.
Mengapa patung itu hendak dirobohkan dan menjadi sasaran vandalisme? Siapakah sosok patung itu?
Patung itu rupanya merupakan patung mantan Wali Kota Philadelphia yang juga mantan polisi, Frank Rizzo.
Mengutip cnbphiladelphia, Senin (1/6/2020), Frank Rizzo dikenal sebagai sosok kontroversial sebagai wali kota maupun pejabat polisi.
Di mata pendukungnya, Rizzo dianggap sebagai pelayan publik yang setia.
Di sisi lain, ia dianggap sebagai orang yang terlibat dalam sistem rasisme dan aksi brutal terhadap minoritas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/patung-frank-rizzo-menjadi-sasaran-demonstran.jpg)