Ledakan di Takalar
Polisi Amankan Pemilik Mortir
Kapolres Budi mengatakan, Daeng Lesse masih terus dimintai keterangan hingga saat ini, Rabu (27/5/2020). Statusnya masih sebagai saksi.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Satuan Reserse Kriminal Polres Takalar mengamankan seorang warga dalam insiden ledakan mortir, Selasa (26/5/2020) kemarin.
Kejadian nahas itu melukasi seorang tukang pandai besi bernama Emba Daeng Ngalle (55).
Warga yang diamankan polisi bernama Sukardi Daeng Lesse (37), warga Kompleks Pasar Kajase Kelurahan Wernas Kecamatan Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan.
"Kita telah amankan pembawa benda besi yang meledak," kata Kapolres Takalar AKBP Budi Wahyono kepada Tribun, Rabu (27/5/2020).
Kapolres Budi mengatakan, Daeng Lesse masih terus dimintai keterangan hingga saat ini, Rabu (27/5/2020). Statusnya masih sebagai saksi.
"L sementara masih diperiksa," ujarnya.
Jebolan Akpol angkatan 1998 ini mengungkapkan, Daeng Lesse adalah pembawa mortir ke rumah korban, Emba Daeng Ngalle, Selasa (26/5/2020).
Mortir itu diserahkan kepada korban yang berprofesi tukang pandai besi untuk dibuat badik.
"L adalah pembawa besi yang meledak di rumah Emba Daeng Ngalle," tambahnya.
Polisi juga mengamankan sebuah amunisi jenis mortir ke Mapolres Takalar sebagai barang bukti.
Sebelumnya diberitakan, seorang tukang pandai besi asal Kabupaten Takalar mengalami ledakan di rumahnya, Selasa (26/5/2020) kemarin.
Korban bernama Mangemba Daeng Ngalle (55), warga Lingkungan Bassara Kelurahan Sabintang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar.
Pesanan pembuatan badik yang ia kerjakan berujung petaka. Besi tua yang ia belah rupanya adalah bahan peledak jenis mortir.
Besi tua itu meledak saat dibelah Daeng Ngalle menggunakan gurinda, Selasa (26/5/2020).
Paur Humas Polres Takalar Ipda Sumarwan mengungkapkan, Daeng Ngalle menerima pesanan pembuatan badik dari Daeng Lesse.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/foto-humas-polres-takalar.jpg)