Update Corona Sulsel

Prof Marzuki DEA Prediksi Ekonomi Sulsel Anjlok Lagi di Semester II 2020, Sarankan Opsi Bertahan

Kondisi perekonomian di masa pandemi Covid-19 ini mengalami masa yang paling sulit, bahkan berlaku secara global.

Penulis: Alfian | Editor: Suryana Anas
Istimewa
Ekonom Universitas Hasanuddin, Prof Marzuki DEA, saat menjadi narasumber di ebilog Virtual Forum Dosen Hari Kebangkitan Nasional, Covid-19 Kemana Arah Skenario Pemulihan Ekonomi, Selasa (19/5/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Kondisi perekonomian di masa pandemi Covid-19 ini mengalami masa yang paling sulit, bahkan berlaku secara global.

Indonesia sebagai negara yang masih berkutat dalam penanganan Covid-19 hingga Mei 2020 ini juga merasakan dampak perekonomian yang kian merosot.

Petumbuhan ekonomi Indonesia bahkan merosot tajam hingga angka 50 persen, begitupun dengan wilayah Provinsi Sulawesi Selatan.

Ekonom Universitas Hasanuddin, Prof Marzuki DEA, menerangkan bahwa anjloknya pertumbuhan ekonomi Sulsel diakibatkan dua sektor yang paling terganggu.

"Sulsel juga baru ada kemarin penyampaiannya dari Bank Indonesia pertumbuhan kita yag 6,7 yah sekarang sisa 3,07 itu habis ambalas sampai 50 persen ini hal yang sangat mengkhawatirkan," terangnya saat menjadi narasumber di ebilog Virtual Forum Dosen Hari Kebangkitan Nasional, Covid-19: Kemana Arah Skenario Pemulihan Ekonomi?, Selasa (19/5/2020).

"Yang unik bahwa dari sektor-sektor ekonomi yang ada 17 sektor besar dengan 52 sub-subnya itu ternyata sumber yang membuat kita jatuh itu di dua sektor yaitu industri pengolahan dan perdagangan jadi hanya dua sektor hingga triwulan satu ini," tambahnya.

Untungnya untuk wilayah Indonesia terkhusus Sulsel, masih terdapat sektor yang bisa menjadi penyanggah yakni sektor pertanian.

Selain itu Prof Marzuki DEA juga menyebut sektor jasa dan kesehatan juga memiliki prospek yang menjanjikan.

"Yang menjadi tumpuan kita di Indonesai termasuk Sulsel itu yah sektor pertanian yang bisa membuat kita bertahan sektor lain itu memang sudah mengkhawatirkan selain sektor jasa dan ksehatan ini mungkin kita perlu pahami bahwa sektor kesehatan ini cukup potensial di Sulsel pertumbuhannya 9,42 persen dan nomor 3 tertinggi karena mungkin banyak orang sakit," paparnya.

Dengan kondisi demikian Guru Besar Fakultas Ekonomi Unhas itu memprediksi pertumbuhan ekonomi akan kembali anjlok di semester kedua tahun 2020 ini.

Potensi bangkitnya lagi perekonomian Indonesia dan Sulsel menurutnya baru akan terjadi pada semester kedua tahun 2021 mendatang.

"Saya tidak percaya kita bisa memulihkan dalam beberapa semester ke depan, kita masih mempertahankan dulu, jadi kebijakan-kebijakan ekonomi yang ditempuh oleh pemerintah masih basis terhadap mempertahankan jangan sampai jatuh karena dari 6,7 turun jadi 3 itu jatuh namanya, nah kita tahan saja antara 3 dan saya yakni semester II tahun 2020 ini jatuh lagi bisa sampai hanya 1,8 sampai dengan 1 mungkin ini semester II tahun depan baru kita pulih," tutupnya.(tribun-timur.com)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Alfian

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved