Ketua MUI Sulbar Meninggal Dunia
Meninggal di Madinah Arab Saudi, Berikut Profil dan Pesan Teduh KH Nur Husain
Lahir di Majene 10 Oktober 1945, ulama pemersatu ummat di tanah Mandar itu, kini telah dipanggil oleh Sang Khalik.
Penulis: Nurhadi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - KH Nur Husain (72) merupakan salah satu ulama kharismatik di tanah Mandar.
Ia lahir di Majene 10 Oktober 1945. Ulama pemersatu ummat di tanah Mandar itu, kini telah dipanggil oleh Sang Khalik.
Annangguru KH Nur Husain wafat di Madinah pada 19 Ramadan 1441 Hijriah. Sekitar pukul 01.00 malam waktu Madinah.
Kepergiaan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Barat itu dibenarkan oleh putranya, Muhammad Najib, saat konfirmasi tribun-timur.com via telepon selular, Selasa (12/5/2020).
Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Raja Fahd Madinah, setelah dirawat sejak 7 Februari karena jatuh sakit saat melaksanakan ibadah umrah.
Tokoh Islam tanah Mandar yang dikenal sabar dan ramah ini, pernah dipercaya memimpin Pengurus DDI Baruga Periode 1985/1992, setelah melakukan pendalaman (Takhassus) Kitab-Kitab Islam Klasik di Makassar pada sejumlah ulama di Makassar.
Di antaranya Alm KH Muhammad Nur, Alm KH Darwis Zakariyah, Alm KH Abd Rahman Matammeng, Alm KH Jabbar ‘Asiri, dan beberapa Ulama tersohor lainnya di masa itu.
Semasa hidup Annangurutta KH Nur Husian tetap komitmen merapkan pengembangan Ilmu Pengetahuan di Pondok Pesantren Ihyaul Ulum DDI Baruga Majene yang tidak lepas dari pembinaannya. Tentunya dalam metode dakwah.
Hal terpenting baginya, adalah menjaga martabat pngetahuan dengan mengamalkannya, kemudian komitmen terhadap penerapan metode dakwah yang tetap menjaga sikap lemah lembut.
"Jangan ada kasar dalam dakwah," pesan KH Nur Husain pada suatu kesempatan wawancara dengan Tribun-Timur semasa hidupnya pada tahun 2018 lalu.
Baginya, pesan itu penting ia sampaikan sebab dewasa ini terdapat pola saling rebut ruang di panggung dakwah sehingga makin hilang dimensi ketawadhu’an dalam beragama.
"Inilah yang menjadi tantangan dakwah masa depan," ucap Gurutta kala itu.
Semasa hidup beliau, dia juga selalu kokoh dalam penerapan istilah muqim dalam ilmu Fiqih, bahwa mengedepankan penghormatan jauh lebih utama dari pada menonjolkan kepintaran.
Berikut profil Ketua MUI Sulbar KH Nur Husain:
Nama : H Nur Husain, BA.
Lahir : Majene, 10 Oktober 1945
Alamat: Jl Muhammad Saleh Bone, Baruga, Kelurahan Baruga, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat
Istri : Hj Fatimah
Anak :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/1-ketua-mui-sulbar-kh-nur-husain.jpg)