Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Waisak

Yuk Dipahami, Ini Sejarah Awal Perayaan Waisak, di Dunia dan di Indonesia

putusan untuk setuju merayakan Waisak sebagai hari ulang tahun Buddha diresmikan pada konferensi pertama Persekutuan Dunia Buddhis

Tayang:
Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/ MUH ABDIWAN
ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Masyarakat Buddha hari serentak melakukan perayaan waisak, Kamis (7/5/2020). 

Yuk simak awal mula perayaan Waisak ini.

Sejarah Waisak

Dilansir dari wikipedia, keputusan untuk setuju merayakan Waisak sebagai hari ulang tahun Buddha diresmikan pada konferensi pertama Persekutuan Dunia Buddhis yang diadakan di Sri Lanka pada tahun 1950.

Meskipun festival-festival pada saat ini di dunia Buddhis adalah tradisi yang sudah berusia berabad-abad.

Resolusi yang diadopsi di Konferensi Dunia berbunyi sebagai berikut:

Bahwa Konferensi Persekutuan Dunia Buddhis ini, sambil mencatat apresiasinya atas tindakan mulia Yang Mulia, Maharaja Nepal dalam menjadikan hari purnama Waisak sebagai Hari Libur Umum di Nepal, dengan tulus meminta Kepala Pemerintahan semua negara di mana sejumlah besar umat Buddha dapat ditemukan, untuk mengambil langkah-langkah untuk menjadikan hari bulan purnama di bulan Mei sebagai Hari Libur Umum untuk menghormati Sang Buddha, yang secara universal diakui sebagai salah satu penyokong terbesar Kemanusiaan.

Ini 10 Selebriti Dunia dan Indonesia yang Rayakan Waisak, Ada Dewi Lestari dan Orlando Bloom

Perayaan Waisak Bersama se-Sulselbar Digelar di Maleo Hotel Mamuju

Pada Hari Waisak, umat Buddha di seluruh dunia memperingati peristiwa penting bagi umat Buddha dari semua tradisi: Kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Buddha Gautama.

Ketika agama Buddha menyebar dari India, ia berasimilasi dengan banyak budaya asing, akibatnya Waisak dirayakan dengan berbagai cara di seluruh dunia.

Di India, hari Vaishakh Purnima juga dikenal sebagai hari Buddha Jayanti dan secara tradisional diterima sebagai hari kelahiran Buddha.

Pada tahun 2000, PBB memutuskan untuk secara internasional mengamati hari Waisak di kantor pusat dan kantornya.

Nama perayaan ini berasal dari istilah Pali vesākha atau Sansekerta vaiśākha, yang merupakan nama bulan lunar yang digunakan di India kuno jatuh pada bulan April-Mei.

Dalam tradisi Buddhis Mahayana, hari libur dikenal dengan nama Sansekerta (Vaiśākha) dan varian turunannya.

Mei 2007 memiliki dua hari bulan purnama: tanggal 1 dan 31.

Beberapa negara (termasuk Sri Lanka, Kamboja dan Malaysia) merayakan Waisak pada tanggal 1, dan yang lain (Thailand, Singapura) merayakan liburan pada tanggal 31 karena perayaan bulan yang berbeda.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved