Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Sulbar

Warga Mambulilling Polman Resah, Pasien Positif Covid-19 Belum Dievakuasi ke Rumah Sakit

Pasien kami berikan langkah-langkah diisolasi mandiri karena pasien tidak bergejala dia sehat makanya dia diisolasi mandiri dirumah," tuturnya.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Hasrul
Semuel/Tribun Polman
Warga bersama camat dan kepolisia melakukan musyawarah di depan lorong sekitar rumah pasien 

TRIBUNPOLEWALIMANDAR.COM, POLMAN- Warga Mambulilling, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulbar mengaku resah pascaseorang warga jalan H Andi Depu, Kelurahan Wattang dinyatakan positif Covid-19.

Warga Lingkungan Mambulilling yang berada didekat tempat tinggal pasien mengaku resah, akibat pasien Covid-19 inisial NF (50) belum dievakuasi ke rumah sakit untuk diisolasi.

Di wilayah Lingkungan Mambulilling, sejumlah jalan untuk masuk ke daerah tersebut sudah diapalang oleh warga menggunakan bambu.

Sementara akses untuk masuk ke wilayah Lingkungan Mambulilling hanya satu pintu yakni lorong di depan Polsek Polewali.

Warga setempat, Asrianto menyesalkan tindakan gugus tugas yang dianggap lamban mengevakuasi pasien dan keluarganya untuk melakukan sterilisasi dengan cara penyemprotan disinfektan disekitar lokasi.

Kumpulan Nama Bayi Perempuan dan Laki-laki yang Lahir di Bulan Ramadhan, Terdapat Dalam Alquran

Update Corona Takalar Jumat 1 Mei 2020: Pasien Positif Corona Bertambah Jadi 5 Orang

"Rumah saya dengan pasien berjarak sekitar 50 meter. Kalau bisa kosongkan dulu rumah pasien, karena masyarakat disini betul-betul cemas," ungkap Asrianto via telepon, Jumat (1/5/2020) patang.

Asrianto menjelaskan, masyarakat sekitar bukan hendak ingin mengucilkan pasien, tetapi demi kepentingan bersama, sebaiknya tim gugus tugas mengambil langkah cepat.

"Kami disini bukan mau menyudutkan pasien. Justru kami akan mendoakan pasien agar cepat sembuh. Pasien harus diberi support agar tetap semangat. Semoga beliau cepat sembuh,"harapnya.

Menaggapi hal tersebut, Camat Polewali, bersama Danramil, Kapolsek, Lurah Lantora, kepala lingkungan setempat, bersama masyarakat melakukan pertemuan tepat di lorong samping rumah pasien.

Dalam pertemuan ini, Camat Polewali menghimbau kepasa masyarakat agar tidak panik dan cemas.

Camat Polewali  Sarifuddin Wahab mengatakan, masyarakat yang tidak tahu tentang covid-19, sudah dijelaskan tidak ada masalah jika dilakukan dengan prosedur.

"Jangan melakukan kontak dengan pasien, tetap gunakan masker, jaga jarak," ungkapnya.

Camat Polewali menghimbau kepada masyarakat agar tetap mentaati anjuran pemerintah, sebab Polewali saat ini dikategorikan zona merah.

"Pemerintah sudah menyampaikan kepada warga. Kami harap warga jangan ada yang bandel atau pabali-bali," tandasnya.

"Mari kita beri support dan doakan beliau agar pasien cepat sembuh," tambahnya.

Terkait kondisi kesehatan pasien inisial HF (50), Plt kepala Puskesmas Massengan Asmelia mengatakan, tim gerak cepat (TGC) sudah melakukan oemeriksaan suhu tubuh pasien.

"Kemarin tim dengan pakaian APD lengkap sudah datang memeriksa pasien.

Pasien kami berikan langkah-langkah diisolasi mandiri karena pasien tidak bergejala dia sehat makanya dia diisolasi mandiri dirumah," tuturnya.

Sementara ini, langkah selanjutnya tim TGC akan melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap siapa saja yang pernah kontak langsung dengan pasien.

"Misalnya dengan istrinya, keluarganya, atau siapa saja. Ini untuk memutus mata rantai virusnya,"pungkasnya. 

Laporan wartawan Tribun Timur @sammy_rexta

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur: 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved