PSM Makassar
Petualangan Ardan Aras, dari Persim Maros Hingga Berseragam Timnas Indonesia
Dia lahir di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, 2 Maret 1984, dan kini telah berusia 37 tahun.
Penulis: Wahyu Susanto | Editor: Sudirman
Sebab selama tiga musim, dia mengukuhkan penampilan sebanyak 106 laga dengan tiga gol disemua ajang.
Dengan banyaknya jumlah penampilan tersebut, bakatnya kemudian mulai disorot hingga mendapat panggilan Timnas Indonesia.
Itu terjadi pada tahun 2006 memperkuat Timnas U-23 dan 2007 naik ke senior.
Akan tetapi, perjalanan karir Ardan tak selamanya berjalan mulus.
Di Timnas Indonesia saja, ia terkhir kali tampil pada ajang internasional pada Asian Games di Qatar 2006 dan Sea Games Thailand 2007.
Setelah itu, tak ada lagi panggilan untuk membela merah putih pada tahun berikutnya.
Begitu juga di level klub, setelah resmi hengkang dari Pelita, dia berlabuh ke PS Mitra Kukar pada 2011-2013.
Di masa tersebut, Ardan hanya tampil sebanyak 48 laga selama tiga musim.
Persaingan ketat di Mitra Kukar juga menjadi alasan penampilannya kian menurun.
Sebab Mitra Kukar saat itu terdapat nama gelandang apik lainnya berlabel Timnas Indonesia semisal Ahmad Bustomi, hingga Arif Suyono.
Pada musim 2013-2014, ia kemudian berlabuh ke Barito Putera dan hanya tampil sebanyak 12 laga.
Berperan Ganda
Ardan kemudian melanjutkan karir di klub kasta tertinggi pertamanya, PSM Makassar pada 2014.
Pada era ini, bersama tim asal Makassar, Sulsel dia tampil di ajang QNB (ISL) namun harus dihentikan ditengah jalan.
Kembalinya Ardan di PSM nyatanya untuk mengisi posisi bek kanan dan bukan lagi sebagai gelandang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ardan-aras-selangkah.jpg)