Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Makassar

Cegah Covid-19, Mahasiswa FT Unhas Buat Mesin Cuci Tangan Versi Satu

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) membuat mesin pencuci tangan (hand washer).

Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
Humas Unhas
Mahasiswa Fakultas Teknik Unhas menyerahkan mesin cuci tangan versi satu ke pimpinan Unhas, Selasa (21/4/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dalam upaya penanggulangan penyebaran Covid-19, mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (FT Unhas) membuat mesin pencuci tangan (hand washer).

Karya mahasiswa ini diserahterimakan kepada pimpinan Unhas, Selasa (21/4/2020) di lantai 1 Gedung Rektorat Unhas Tamalanrea.

Acara serah terima mengikuti prosedur kesehatan yang ketat sesuai protokol keselamatan Covid-19.

Mesin pencuci tangan ini diterima secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Muhammad Restu, Selasa (21/4/2020).

Turut hadir pula, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Arsunan, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kemitraan Prof Nasrum Massi, dan Direktur Komunikasi Unhas, Suharman Hamzah.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan FT Unhas, Mukti Ali menjelaskan bahwa hand washer ini terdiri dari beberapa versi, yang dibuat sesuai peruntukan dan penggunaan oleh masyarakat.

“Hari ini kami menyerahkan secara resmi versi pertama, yang kita namakan HW-1. Versi ini didesain untuk peruntukan luar ruangan yang membutuhkan aktivitas penggunaan oleh banyak orang pada waktu yang sangat sering. Desainnya lebih kokoh,” kata Mukti dalam rilis yang diterima tribun-timur.com.

Pada setiap unit hand washer ini, terdapat sistem pedal untuk mengontrol aliran air.

Di bagian atas dari versi pertama ini, terdapat wadah untuk menampung air dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga dapat digunakan mencuci tangan untuk ratusan orang. 

Mesin ini juga dilengkapi dengan wadah sabun cair yang akan menetes jika pedal ditekan dengan kaki.

Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof Muhammad Arsyad menjelaskan bahwa karya mahasiswa ini merupakan bagian dari kebijakan pimpinan fakultas yang mendorong agar sivitas akademika termasuk mahasiswa berkontribusi mengatasi wabah Covid-19.

"Kami membentuk Tim Satgas Covid-19 Fakultas Teknik sebagai relawan, masing-masing menjalankan berbagai peran dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19. Ada yang melakukan aktivitas pengembangan inovasi teknologi, ada juga yang berperan pada bidang sosial kemasyarakatan,” katanya.

Dalam proses pembuatan mesin ini, mahasiswa didampingi oleh beberapa orang dosen pembimbing yang telah ditunjuk oleh pimpinan fakultas.

Sementara aktivitas mahasiswa dalam pembuatan mesin ini diperhitungkan nilai SKS sebagain bagian dari mata kuliah yang relevan.

Menurut rencana, karya mahasiswa ini akan diproduksi dalam jumlah banyak, namun untuk tahap awal disesuaikan dengan pesanan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved