Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Penyebrangan Feri Bira Ditutup

Penyebrangan Ditutup, Puluhan Warga Selayar di Bira Kembali ke Makassar

Sebelumnya, mereka berada di Pelabuhan Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, untuk menyeberang ke Selayar.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Syamsul Bahri
Firki Arisandi/TribunBulukumba.com
Kapal fery bersandar di Pelabuhan Bira Bulukumba beberapa waktu lalu. Saat ini penyebrangan ditutup sementara. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, BONTOBAHARI - Puluhan warga Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel) terpaksa kembeli ke Makassar.

Sebelumnya, mereka berada di Pelabuhan Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, untuk menyeberang ke Selayar.

Hanya saja, tidak ada rute penyebrangan laut yang melayani penumpang dari Bira ke Selayar.

Penutupan jalur lintas laut tersebut, telah dilakukan oleh Pemkab Kabupaten Kepulauan Selayar, sejak kurang lebih dua pekan lalu.

Hal tersebut untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 alias Virus Corona.

Komandan Pos Jaga Pelabuhan Bira, Andi Abidin, yang dikonfirmasi Tribun Timur, Sabtu (18/4/2020) sore, membenarkan hal tersebut.

" Iya ada sekitar 50 orang, ada mahasiswa ada juga warga. Mereka mengaku mau ke Jampea, cuman kan tidak ada penyeberangan, kita juga tidak mungkin bisa paksakan," kata Andi Abidin.

Namun, para warga dan mahasiswa tersebut saat ini sudah tidak berada di Desa Bira dan sekitarnya.

Mereka telah difasilitasi untuk kembali ke daerah domisili sementara mereka, seperti salah satunya di Kota Makassar.

"Hari Jumat sudah kembali (ke Makassar), difasilitasi oleh kades Bira, Ibu Camat Bontobahari, dan relawan," tambahnya.

Sekadar diketahui, dua pelabuhan besar yang selama ini menjadi akses dan pintu transportasi laut di wilayah Selayar, kini ditutup sementara.

Dua pelabuhan itu yakni Pelabuhan Pamatata dan Pelabuhan Pattumbukang.

Penutupan tersebut berlaku mulai Senin (30/3/2020) lalu.

Awalnya hanya diperkirakan berlangsung hingga 6 April 2020, hanya saja kini masa penutupan kembali diperpanjang.

"Kebijakan tersebut tentu akan berimbas bagi perputaran roda ekonomi yang akan menurun, karena melalui jalur lautlah selama ini perekenomian masyarakat terputar. Namun kesehatan masyarakat yang paling utama dan tidak kalah pentingnya," kata Basli Ali, beberapa waktu lalu.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved