Satpam Positif Corona
Positif Corona, Seorang Satpam Tetap Mudik & Bagi-bagi Nasi Kepada Warga di Kampung
Pasalnya, dia nekat mudik meski telah dinyatakan positif virus corona atau Covid-19.
TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang satpam asal Grobogan, Jawa tengah, membuat sejumlah warga resah.
Pasalnya, dia nekat mudik meski telah dinyatakan positif virus corona atau Covid-19.
Satpam tersebut tidak mengindahkan perintah untuk melaksanakan isolasi.
Ia justru pulang ke kampung halamannya.
Tak hanya itu, pasien juga membagi-bagikan nasi kepada warga kampungnya.
• Kenapa Masyarakat Indonesia Susah Diminta Tetap di Rumah saat Wabah Corona? Penjelasan
• Mahasiswa di Makassar Dilarang Pulang Kampung Sebelum Disetujui Pemerintah
Hal itu tentunya berdampak bagi warga kampung.
Mereka harus menjalani rapid test.
Satpam asal Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan itu pulang kampung dan berkontak dengan banyak orang.
Masa isolasi yang seharusnya dilakukan dengan benar, justru diabaikannya.
Belakangan, hasil tes swab keluar dan ternyata satpam tersebut dinyatakan positif virus corona.
Padahal ia sudah menemui banyak orang.
Warga kampung lakukan rapid test
Saat dilakukan pelacakan (tracing), pria 24 tahun itu ternyata sempat berkontak dengan warga kampung.
Rencananya, sejumlah warga diminta melakukan tes kilat atau rapid test virus corona.
"Tracing masih diupayakan.
Selain keluarga, ada banyak orang yang sempat kontak dengan orang itu.
Nanti, mereka akan kita rapid test," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Slamet Widodo, Selasa (14/4/2020).
• Kenapa Masyarakat Indonesia Susah Diminta Tetap di Rumah saat Wabah Corona? Penjelasan
• Mahasiswa di Makassar Dilarang Pulang Kampung Sebelum Disetujui Pemerintah
Acara tahlilan dan main voli
Pria yang bekerja sebagai satpam RSUP dr Kariadi Semarang itu sebenarnya pernah dirawat di rumah sakit karena memiliki gejala Covid-19.
Setelah dirawat beberapa hari, dia keluar dari rumah sakit dengan catatan wajib menjalani karantina mandiri di rumah dinas Direktur RSUP dr Kariadi.
Namun, pria tersebut tidak tertib dan justru pulang kampung sebelum masa isolasinya selesai.
Alasannya, dia ingin mengikuti acara 40 harian ibunya yang sudah meninggal.
"Jadi, harusnya masih menjalani isolasi mandiri.
Namun, malah balik kampung dengan alasan ada hajatan 40 hari ibunya meninggal," ungkap Slamet.
Pada hari Minggu dan Senin, 12-13 April 2020, dia juga sempat bermain voli bersama kawan-kawannya di kampung.
Pria itu pun sempat membagikan nasi bancakan kepada warga.
Bancakan tersebut terkait peringatan 40 hari kematian ibunya.
• Kenapa Masyarakat Indonesia Susah Diminta Tetap di Rumah saat Wabah Corona? Penjelasan
• Mahasiswa di Makassar Dilarang Pulang Kampung Sebelum Disetujui Pemerintah
Dijemput petugas
Ketika dirawat sebelum pulang kampung, pasien tersebut sempat diambil sampel swab tenggorokannya.
Baru pada Selasa (14/4/2020) hasilnya keluar dan positif.
Petugas RSUP dr Kariadi kemudian segera mendatangi dan menjemputnya untuk kembali diisolasi.
"Benar, hasil swab-nya baru keluar dan hari ini dijemput untuk menjalani perawatan.
Jadi kini total ada dua warga Grobogan yang positif Covid-19," kata Slamet. (Tribunnewsmaker/*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Satpam Positif Corona Tak Tertib saat Isolasi, Malah Mudik & Bagi Nasi, Warga Kampung Bakal Dites,