Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Update Corona Makassar

Ini Alasan KM Lambelu Akhirnya Bisa Sandar di Pelabuhan Makassar

KM Lambelu yang yang sempat tertahan di lau Makassar, kini bersandar di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar

Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Kapal Motor (KM) Lambelu yang yang sempat tertahan di lau Makassar, kini bersandar di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Selasa (14/4/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kapal Motor (KM) Lambelu yang yang sempat tertahan di lau Makassar, kini bersandar di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Selasa (14/4/2020).

Otoritas Pelabuhan Utama Makassar akhirnya memperbolehkan merapat ke pelabuhan setelah dikarantina di zona karantina yang jaraknya 2 mil dari Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar sejak Rabu (08/4/2020).

Kapal itu dilarang merapat ke Pelabuhan Makassar karena tiga ABK diduga positif covid 19 atau virus corona berdasarkan pemeriksaan darah lewat rapid test.

"KM Lambelu disandarkan pada dermaga Hatta Ujung Selatan untuk memudahkan pengawasan dan pemantauan terhadap aktifitas ABK dan Mitra Pelni di atas kapal," kata Kabid Lalulintas, Angkutan Laut, Operasi dan Usaha Kepelabuhanan Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar, Sirajuddin.

Keputusan diambil otoritas pelabuhan berdasarkan hasi pertemuan membahas kelanjutan penanganan KM Lambelu, bertempat di Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Makassar.

Dalam pertemuan itu dihadiri, Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Makassar selaku tuan rumah, Ketua Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Makassar.

Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, Kepala Kantor Kesehatan (KKP) Kelas I Makassar, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulsel, DAN POMDAN XIV HND selaku Ketua Deteksi Awal COVID-19 Sulsel;

Hadi juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar, Kapolres Pelabuhan Makassar, GM PT Pelni Cabang Makassar, GM PT Pelindo IV Cabang Makassar, dan Kapolsek Pelabuhan Sukarno Hatta.

Menurut Sirajuddin dalam beberapa hari pada posisi zona karantina, pengawasan dan pemantauan dinilai kurang efektif dan dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan bersama.

Kapal itu disandarka kata Sirajuddin utuk kepentingan pengisian BBM, Air Tawar, Logistik dan keperluan lain.

Serta utuk memudahkan Tim petugas KKP Kelas I Makassar dan Dinas Kesehatan dalam pengambilan specimen (swab) terhadap sisa yang belum ambil.

Sebelumnya, tm medis telah melakukan pemeriksaan swab kepada para awak KM Lambelu yang berlabuh di perairan Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/4/2020) kemarin.

Dari hasil pemeriksaan swab itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Ichsan Mustari, mengungkapkan bahwa 26 awak KM Lambelu dinyatakan positif Covid-19.

"Kemarin dilakukan pemeriksaan swab sebanyak 42 orang, 26 positif dan 16 negatif," ucapnya saat jumpa pers via Zoom Meeting, Minggu (12/4/2020) malam.

Sementara itu, untuk awak KM Lambelu lainnya yang belum melakukan pemeriksaan swab akan menyusul.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved