Update Corona Enrekang
Berdayakan Penjahit Lokal Enrekang, Baznas Enrekang Adakan 6.000 Masker untuk Masyarakat
Para penjahit tidak hanya menjual secara langsung, tetapi ada pula yang mengumpulkannya ke pengepul lantas dikirim ke pembeli.
Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Wabah Coronavirus Diseases-19 (Covid-19) menjadi berkah bagi para penjahit amatir, utamanya yang hobi dan membuka usaha menjahit rumahan.
Produksi masker atau penutup hidung dan mulut hasil produksi penjahit lolak kini laris.
Para penjahit tidak hanya menjual secara langsung, tetapi ada pula yang mengumpulkannya ke pengepul lalu dikirim ke pembeli.
Wabah Covid-19 membuat panik orang untuk membeli apapun, termasuk masker. Masker pun hilang di peredaran. Kalaupun ada, harganya mahal.
Karena itu Baznas Enrekang bakal membagikan masker sebanyak 6000 pcs kepada masyarakat.
Pesanan masker tersebut dibuat oleh para penjahit lokal yang ada di Kabupaten Enrekang.

Pimpinan Baznas Enrekang, Baharuddin mengatakan, dirinya menangkap peluang itu untuk ikut memproduksi masker secara lokal dengan memberdayakan penjahit lokal.
"Insyallah kita coba order ke penjahit lokal, bentuk perhatian Baznas Enrekang terhadap kelompok usaha kecil di Enrekang," kata Baharuddin, Minggu (12/4/2020).
Menurutnya, inilah hikmah baiknya virus corona ada yang dirugikan dan ada yang diuntungkan.
Mungkin ini berkah buat para penjahit lokal khususnya di Kabupaten Enrekang.
"Karenanya kita order ke penjahit 6.000 lembar masker dengan harga Rp 5.000 per lembar," ujar Baharuddin ketua tim COVID-19 Baznas Enrekang. (tribunenrekang.com)
Laporan Wartawan TribunEnrekang.com, @whaiez
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur: