Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tol Layang

Kabar Terkini Tol Layang: Progres Pembangunan Capai 76 Persen

Ia mengatakan darurat wabah virus Corona ini berdampak pada perampungan pengerjaan proyek tol layang, yang sedianya akan di uji coba pada Ramadan tahu

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Syamsul Bahri
Dok. Pribadi
Direktur Utama PT Bosowa Marga Nusantara, Anwar Toha 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - PT Bosowa Marga Nusantara (BMN) menyatakan bahwa wabah virus Corona (Covid 19) yang melanda Kota Makassar, juga berdampak pada pengerjaan Tol Layang AP Pettarani. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur PT BMN, Anwar Toha.

Ia mengatakan darurat wabah virus Corona ini berdampak pada perampungan pengerjaan proyek tol layang, yang sedianya akan di uji coba pada Ramadan tahun ini, atau Mei 2020.

Menurut dia, volume kerja yang sebelumnya menerapkan tiga sift, kini dijadikan hingga dua sift saja yakni pagi sampai malam.

"Kalau dulu itu kita kerja 24 jam pagi sampai pagi. Saat ini pagi sampai malam aja," ujar Anwar, Selasa (7/4/2020).

Dengan begitu, target uji coba yang sedianya dilakukan pada Mei mendatang, itu dipastikan molor hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Tidak berani menargetkan. Kita tetap optimis bisa Juli operasi," katanya.

Ia menjelaskan, dalam pandemi Corona ini pihaknya mengaku telah melaksanakan protokol kesehatan, seperti mengecek suhu tubuh setiap pekerja sebelum melakukan aktivitas, memberikan vitamin, hingga mengenakan alat pelindung diri.

Adapun progres pengerjaan konstruksi proyek saat ini memasuki angka 76 persen.

Jalan tol Layang Jakarta-Cikampek atau Tol Japek Elevated tampak sudah selesai pembangunannya di Kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (3/12/2019).
Jalan tol Layang Jakarta-Cikampek atau Tol Japek Elevated tampak sudah selesai pembangunannya di Kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa (3/12/2019). (Warta Kota)

"Kita berharap semua bisa sehat. Walaupun demikian, jika ada yang terindikasi sakit kita istirahatkan," kata Anwar.P
Diketahui bahwa proyek ini dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Wika) sebagai pemenang tender proyek milik PT Bosowa Marga Nusantara (BMN).

Dalam rancangan anggaran, proyek ini memiliki total anggaran sebesar Rp 2,2 triliun.

Adapun tol layang ini akan membentang diatas jembatan Fly Over Urip Sumohardjo, bentangan jalan itu akan menghubungkam AP Pettarani dengan Tol Reformasi.

Proyek yang di ground breaking oleh Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono ini memiliki panjang yakni 4,3 km. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp

Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur: 

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved