Covid 19

Dampak Covid-19, Pengamat Politik UINAM Nilai Pemprov Sulsel Tak Serius Atasi Lonjakan Harga

Syahrir Karim menilai keseriusan pemerintah provinsi (Pemprov) Sulsel sejauh ini masih pada level himbauan

Syahrir Karim
Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Syahrir Karim, menilai Gelora) pimpinan Anis Matta punya magnet tersendiri. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Syahrir Karim menilai keseriusan pemerintah provinsi (Pemprov) Sulsel sejauh ini masih pada level himbauan, belum kelihatan keseriusan di lapangan.

"Terbukti aktifitas masyarakat masih ramai, baik di jalanan, pasar, bahkan di tempat ibadah seperti masjid yang masih digunakan jumatan. Mengenai pembatasan keluar daerah itu masih longgar, kecuali ke luar negeri," kata Syahrir melalui pesan Whatsapp, Minggu (5/4/2020).

Apakah pemerintah telah serius melakukan pembatasan bepergian ke luar daerah/ luar negeri dan pembatasan aktivitas ke luar rumah? Berikut penjelasan Syahrir Karim.

*Sejauh ini seriusnya masih pada level himbauan, belum kelihatan keseriusan di lapangan, terbukti aktifitas masyarakat masih ramai baik di jalanan, pasar, bahkan di tempat ibadah seperti masjid yang masih dipakai jumatan. Mengenai pembatasan keluar daerah masih longgar, kecuali ke luar negeri.

Apakah pemerintah daerah serius melakukan pembatasan jumlah penumpang transportasi umum di wilayah?
*Ini kelihatan tampak serius, disamping karena mudah mengarahkannya, juga karena masyarakat mulai membatasi diri untuk ke luar.

Apakah pemerintah serius membatasi pertemuan massal dan penutupan tempat keramaian di wilayahnya?
*Pemerintah mestinya lebih serius lagi soal ini, aktif memonitoring ke pelosok wilayah pemerintahan nya, tidak hanya memantau sekitar kota saja dan tempat-tempat yang gampang terjangkau.

Apakah PT Angkasa Pura dan pengelola pelabuhan serius dan lebih ketat melakukan skrining kesehatan di bandara dan pelabuhan?
*PT Angkasa Pura dan pelabuhan tampak serius dalam hal ini, karena kesadaran pemerintah untuk memotong mata rantai virus berawal dari sini, sehingga pemerintah sudah nampak lebih serius di kedua tempat masuk ini.

Apakah pemerintah serius memudahkan penyediaan wadah cuci tangan yang dilengkapi sabun dan air mengalir di tempat-tempat umum seperti terminal, bandara, halte busway, pelabuhan, pasar, pertokoan?
*Kelihatan sudah serius, dibeberapa tempat sudah tersedia, sekarang tinggal kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan.

Bagaimana kita melihat, apakah pemerintah telah serius mengupayakan ketersediaan produk-produk yang dapat mencegah transmisi COVID-19 (masker, hand sanitizer, alkohol) di daerahnya dengan harga terjangkau bagi masyarakat?
*Alat-alat ini kelihatan pemerintah masih kewalahan untuk menyediakan karena ketidak tersediaan barang. Saya melihat pemerintah sudah terlanjur terlambat mengantisipasi habisnya barang pelindung ini. Termasuk pemerintah tidak serius mengatasi lonjakan harga produk-produk ini, alkohol, masker, dan lain-lain.

Apakah pemerintah daerah telah serius memberi perlindungan pada tenaga medis sebagai garda terdepan dalam pelayanan pasien berisiko dengan memberikan sarana APD yang layak dan efektif serta sarana perawatan yang memadai?
*Terkait ketersediaan APD, bukan hanya Pemda yang kewalahan tapi sudah menjadi masalah nasional, termasuk sarana perawatan yang rata-rata belum memadai. Mestinya memang pemerintah daerah harus memberi anggaran khusus, terlebih bagi daerah yang masuk zona merah.

Apakah pemerintah telah serius menyediakan sarana untuk melakukan pemeriksaan swab di daerahnya secara mudah, gratis, dan massal?
Catatan: pemeriksaan swab merupakan alat diagnosis pemeriksaan virus ini sehingga penyakit yang ditemukan dapat semakin cepat diketahui.
*Ketersediaan alat diagnosis ini mestinya harus terbagi rata ke daerah. Meskipun pemerintah daerah kelihatan serius untuk mendapatkan, tapi lagi-lagi ini menjadi masalah ketersediaan yang sangat terbatas. Pemerintah kita terkesan terlambat mengantisipasi ini.

Apakah pemerintah telah serius memberi dukungan moral dan sosial kepada orang yang terpapar COVID-19 (publik dan pekerja medis) baik yang merupakan orang/pasien dalam pemantauan ataupun penderita itu sendiri?
*Mestinya pemerintah harus lebih meningkatkan komunikasi publik terkait penderita, maupun yang masih suspec. Kelihatan pemerintah belum maksimal menangani ini, terbukti masih banyak resistensi di tengah masyarakat, masih terbatasnya sarana yang memadai bagi mereka yang terpapar, dan seterusnya.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved