Satlantas Polda Sulawesi Selatan

Polisi Larang Keras Odol Melintas di Pangkep, Ini Peringatan Korlantas Polri

Kasat Lantas Polres Pangkep, AKP Mamat Rahmat mengatakan jika dulunya aparat kepolisian memberikan tilang kepada supir khusus truk saat memuat tumpang

Sanovra/Tribun-timur.com
Truk nomor polisi DD 8323 LD, terbalik saat akan menumpahkan pasir muatannya di Jl Macanda, Samata, Gowa, Sabtu (08/02/2020). Kecelakaan ini diakibatkan oleh muatan pasir yang tidak seimbang dengan kapasitas tampung, sehingga saat akan di turunkan mengakibatkan hilang keseimbangan dan terbalik. Peristiwa ini mengakibatkan kemacetan.TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai membidik pemilik truk yang tidak patuh dengan aturan lalulintas.

Aturan lalulintas yang dimaksud adalah kendaraan truk yang over dimension over loading (odol) atau muatan over kapasitas saat melakukan operasi di jalan raya.

Kasat Lantas Polres Pangkep, AKP Mamat Rahmat mengatakan jika dulunya aparat kepolisian memberikan tilang kepada supir khusus truk saat memuat tumpangan odol, saat ini sanksinya justru diberikan kepada pemilik truk.

Dijelaskan Mamat, sanksi yang akan dikenakan kepada para pemilik truk yang mengabaikan aturan lalu lintas ini akan dikenakan sanksi Rp 1 juta.

"Jadi sudah ada TR dari Korlantas terkait dengan penindakan kepada pemilik truk yang lalai atas aturan odol," ujar Mamat, Rabu (25/3/2020).

Kendaraan yang mengangkut barang dengan kondisi odol itu masuk dalam kategori kejahatan jalan raya.

Alasannya, dengan mengoperasikan kendaraan dengan muatan odol itu bisa membahayakan pengendara lainnya.

"Bagaimana jika barang bawaannya jatuh, hal itu sudah pasti menimbulkan lakalantas. Jadi kalau ingin melintas di Pangkep dengan kondisi odol, saya tegaskan sudah pasti ditindak. Mulainya kapan? Sekarang," tegas Mamat.

Penindakan odol juga diatur dalam UU nomor 22 tahun 2009, tentang lalulintas.

Sementara itu, dikutip Kompas.com, bahwa angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kendaraan over dimension over loading (ODOL), ternyata cukup besar.

Halaman
12
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved