Soal Tagihan Kredit Bermotor di Tengah Pandemi Covid-19, Syaharuddin Alrif: Jangan Paksa Debitur!

pembiayaan memahami kondisi saat ini dan mulai menyesuaikan pembayaran debitur setelah masa pandemi Covid-19 berakhir.

Soal Tagihan Kredit Bermotor di Tengah Pandemi Covid-19, Syaharuddin Alrif: Jangan Paksa Debitur!
handover
Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pemerintah akan memberi stimulus untuk sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) serta sektor informal.

UMKM dan sektor informal akan mendapat relaksasi dalam kredit.

Mulai dari kredit usaha rakyat (KUR) hingga ke pembiayaan pembelian motor.

Pembiayaan pembelian motor memang menjadi masalah penting.

Mengingat berkembangnya sektor informal sebagai pelaku usaha ojek melalui aplikasi atau online.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera menyiapkan kebijakan stimulus perekonomian sektor industri keuangan non-bank dengan melonggarkan ketentuan kewajiban pembayaran di perusahaan pembiayaan atau multi finance.

“Ini kami perluas bukan hanya kredit perbankan tetapi juga ke lembaga pembiayaan atau leasing company. Tujuannya agar sektor usaha masih tetap berjalan dari dampak penyebaran Covid-19 ini,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Minggu (22/3/2020).

Penyebaran Covid-19 ke seluruh Indonesia saat ini sudah dianggap sebagai bencana nasional.

Masyarakat diminta social distancing (saling jaga jarak) hingga mengurangi bepergian.

Praktis, mengurangi pendapatan mitra ojek online (ojol), baik kendaraan roda dua, maupun roda empat.

Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif setuju dengan kebijakan OJK.

Ia juga meminta perusahaan pembiayaan untuk tidak menekan debitur membayar angsuran di masa-masa darurat wabah Covid-19.

“Ini persoalan Force Majeure. Jangko paksa debitur membayar sementara kondisi pandemi corona memaksa warga berdiam diri di rumah. Apa mau na pakai membayar masyarakat,” kata Sekretaris Nasdem Sulsel itu, Senin (23/3).

Dia berharap, pembiayaan memahami kondisi saat ini dan mulai menyesuaikan pembayaran debitur setelah masa pandemi Covid-19 berakhir.

“Ini juga soal kemanusiaan dan saya rasa dalam kondisi ini kita harus saling bergandeng tangan,” ucap Syaharuddin Alrif.(*)

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved