Covid-19 dan Sikap Kita
Dengan mengisolasikan diri di rumah, Anda telah membantu para tenaga medis agar tetap siap di garda terdepan untuk melayani masyarakat.
Penggunaan masker tidak efektif untuk mencegah penyebaran virus. Sehingga diharapkan masyarakat jangan menimbun alat kesehatan (masker, handscoen, alcohol,dll) yang mengakibatkan kekurangan fasilitas alat medis bagi petugas kesehatan yang meningkatkan kemungkinan bagi para petugas medis untuk terinfeksi COVID-19.
Kelima, tutupi mulut dan hidung Anda saat batuk atau bersin dengan tissue. Buang tissue pada tempat yang telah ditentukan. Keenam, bersihkan dan lakukan disinfeksi secara rutin permukaan dan benda yang sering disentuh.
Ketujuh, Pola hidup sehat (meningkatkan sistem imun tubuh). Manusia memiliki innate dan adaptive immunity dalam pencegahan penyebaran virus namun tetap dibarengi dengan tidur cukup, makan makanan sehat dan bergizi seimbang, konsumsi multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Kasus wabah penyakit sebenarnya sudah ada sejak dulu. Pun demikian di masa Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah juga mengajarkan cara menghadapi wabah penyakit. Hal itu tertuang dalam hadisnya yang diriwayatkan dari Abdurrahman bin Auf, tercantum dalam kitab Shahih Muslim dengan nomor kodifikasi 4115.
“Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, maka janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, janganlah kamu keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri darinya.”
Dari hadist tersebut sebenarnya kita telah diarahkan untu melakukan social distance dan hanya beraktivitas dalam rumah “work from home” guna mencegah penularan virus Corona. Positif berada dalam rumah dapat meningkatkan kualitas ibadah kita dengan memperbanyak sholat sunnah dan dzikir mengingat Allah SWT.
Selain itu manfaat berwudhu dapat menghilangkan kotoran dan debu pada tubuh seorang muslim, namun ada baiknya sebelum berwudhu tetap mencuci tangan menggunakan sabun terlebih dahulu sehingga menghacurkan mikroba (virus corona).
Pesan bagi para muda-mudi yang sering nongkrong. Please, selama 14 hari ini gunakan kesempatan untuk beraktivitas di rumah. Lebih baik mempererat kembali ikatan antara anak dan orang tua dibanding menjadi subjek penyebaran virus. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ian-astarina-masud.jpg)