Pemerkosaan di Baebunta

Alat Bukti Terbatas, Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Pemerkosaan di Luwu Utara

Polisi belum mampu mengungkap pelaku kasus pemerkosaan terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial MA (46) di Kabupaten Luwu Utara.

Alat Bukti Terbatas, Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku Pemerkosaan di Luwu Utara
Chalik Mawardi
Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Syamsul Rijal (berdiri). 

TRIBUNLUTRA.COM, BAEBUNTA - Polisi belum mampu mengungkap pelaku kasus pemerkosaan terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial MA (46) di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

Hingga kini pelaku belum diamankan atau masih dalam pengejaran.

Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, AKP Syamsul Rijal mengakui ada sejumlah kendala yang dihadapi dalam mengungkap pelaku.

Seperti minimnya informasi yang bisa diberikan oleh korban serta alat bukti yang terbatas.

"Kasus pemerkosaan itu masih dalam tahapan pengejaran pelaku," kata Syamsul kepada sejumlah wartawan di Mapolres Luwu Utara, Senin (23/3/2020).

Meski kesulitan, Syamsul menegaskan bahwa pihaknya akan tetap berupaya mengungkap kasus ini.

"Korban hanya mengatakan pelaku pakai masker dan sepatu boot. Tidak mampu menjelaskan lebih jauh. Pondok tempat kejadian telah dibersihkan pelaku, begitupun pakaiannya. Jadi alat bukti kurang," katanya.

Sebagai informasi, MA melaporkan kasus pemerkosaan yang menimpanya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Luwu Utara.

MA yang mengaku warga Desa Sassa, Kecamatan Baebunta mendatangi SPKT Polres Luwu Utara, Jumat (13/3/2020) siang.

Syamsul menyebutkan, berdasarkan pengakuan korban, dia telah diperkosa orang bertopeng di pondok kebunnya.

Halaman
12
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved