Vitamin C
Masker dan Hand Sanitizer Langka, Kini Masyarakat Buru Suplemen Vitamin C
Suplemen vitamin C saat ini banyak diburu sebagai antisipasi virus corona. Suplemen vitamin C diyakini mampu memperkuat daya tahan tubuh.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Masker dan hand sanitizer kini sudah sulit didapatkan di apotek maupun pusat-pusat perbelanjaan.
Kalaupun ada, harganya cukup mahal. Langkanya masker dan hand sanitizer merupakan imbas dari penyebaran Virus Corona.
Selain kedua barang tersebut, suplemen vitamin C saat ini banyak diburu sebagai antisipasi virus corona.
Suplemen vitamin C diyakini mampu memperkuat daya tahan tubuh.
Akhiraya, banyak masyarakat di Makassar yang memburu suplemen tersebut.
Apoteker Kimia Farma di Jl Antang Raya, Manggala, Dwi Suliastuti mengatakan terjadi peningkatan konsumen untuk mengomsumsi vitamin C.
"Biasanya 1-2 orang per hari, sekarang 10-15 orang," katanya saat ditemui tribun-timur.com, Kamis (19/3/2020).
Di Kimia Farma Antang, berbagai vitamin C masih tersedia tergantung jenis dan merek.
Harganya, mulai dari Rp 30 ribu untuk vitamin C ukuran 300 miligram hingga Rp 400 ribu rupiah untuk vitamin C ukuran 1.000 miligram.
Untuk jenis vitamin C yang banyak dicari, kata Dwi, adalah jenis imboost dengan harga Rp 40 ribu.
Hal yang sama dikatakan oleh Apoteker Kimia Farma di Jl AP Pettarani, Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Retno Wahda Pratiwi.
Retno mengatakan terjadi peningkatan pembelian suplemen vitamin C sekitar tiga hari belakangan.
"Di hari biasa hanya tiga orang yang melakukan pembelian, sekarang sebagai antisipasi virus corona ada sekitar 50 orang yang melakukan pembelian untuk vitamin C," tuturnya.
Sementara di Apotek K24 Jl Pengayoman, Panakkukang, Bua Kana, Kecamatan Rappocini, juga terjadi peningkatan konsumen untuk membeli vitamin C.
Hal ini disampaikan Apoteker K24, Ami. "Di hari biasa 10 orang yang melakukan pembelian. Sekarang sekitar 50 orang," ujarnya.