Wabah Covid-19 di Rusia

Mahasiswa Indonesia di salah satu perguruan tinggi di kota Moskow pun sangat merasakan kepanikan ini

Wabah Covid-19 di Rusia
DOK
Achmad Firdaus Hasrullah S.IP, Mahasiswa S2 Universitas Higher School Of Economy (HSE) Moskow

Oleh: Achmad Firdaus Hasrullah S.IP
Mahasiswa S2 Universitas Higher School Of Economy (HSE) Moskow

Efek kepanikan dalam menghadapi Covid-19 telah menyebar di seluruh dunia. Termasuk di Eropa. Terlebih setelah Italia menjadi negara dengan angka penyebaran tertinggi dan angka kematian tertinggi kedua dunia setelah Tiongkok. Membuat kepanikan di sekitar negara-negara di Italia seperti Perancis, Swiss dan Austria menutup perbatasan dengan Italia.

Kemarin, Uni Eropa mengumumkan langkah-langkah baru untuk membatasi gerakan antara batas dalam anggota Uni Eropa dengan pembatasan yang awalnya meliputi 30 hari. Kemarin, Rusia telah menjadi negara terakhir mendapatkan sinyal untuk menutup perbatasan menanggapi wabah coronavirus.

Setelah itu, Rusia, yang berbagi perbatasan dengan berbagai negara di Uni Eropa dan Tiongkok juga mengumumkan penutupan perbatasan sendiri.

Namun, larangan ini tidak akan berlaku untuk warga setempat, diplomat, penumpang yang transit atau warga negara asing yang mempunyai hak tinggal.

Pengecualian juga akan berlaku untuk orang-orang berpergian jika salah satu keluarga ada yang meninggal dan harus diterbangkan ke negara dia berasal.

Dalam 24 jam terakhir, angka penyebaran telah meningkat hampir 50 persen sampai 93 kasus di seluruh Rusia. Hal ini menjadi kepanikan tersendiri untuk pemerintah Rusia yang notabene mereka sangat siap dan siaga sejak awal Februari lalu sejak kasus Covid-19 muncul pertama kali di Wuhan, Tiongkok.

Namun, kasus yang terjadi di Italia dan angka penyebaran sangat tinggi hingga 27.980 kasus membuat pemerintah Rusia untuk mengimbau larangan untuk tidak datang ke tempat seperti ruang publik termasuk rumah ibadah, pusat olahraga, kafe dan restoran.

Kementerian Kesehatan Rusia juga menempatkan pengecekan suhu badan tidak hanya di Bandara Internasional namun juga di Sekolah, Perpustakaan, Stasiun bus/kereta (Metro) dan Ruang publik lainnya.

Terhitung sejak Selasa (17/3) hingga 13 April 2020 mendatang, Kementerian Pendidikan Rusia mengeluarkan surat edaran resmi untuk meliburkan sementara semua sekolah, universitas dan institusi pendidikan untuk tetap di rumah atau tidak berpergian jika tidak mempunyai keperluan mendesak agar penyebaran Virus COVID-19 terhenti dan menyarankan agar work from home dan online course bagi mahasiswa/tenaga pengajar.

Permasalahan baru datang bagi warga Moskow yang mulai panik “menimbun” produk makanan tahan lama seperti makanan kaleng, pembersih tangan, kertas toilet dan air mineral adalah salah satu barang dengan cepat terjual dikarenakan takut akan wabah Coronavirus yang tidak diketahui kapan wabah ini akan berakhir.

Mahasiswa Indonesia di salah satu perguruan tinggi di kota Moskow pun sangat merasakan kepanikan ini. Ketika mereka masuk ke salah satu supermarket dan tempat pembelanjaan di sini mulai terlihat rak-rak kosong seperti roti, beras, telur ayam dan gula. Saya pun bingung makanan dan minuman apa yang saya akan beli kedepannya dikarenakan barang-barang tersebut sudah habis.

Penulis pun berpikir, apakah kehidupan layak dan untuk bertahan hidup itu hanya untuk orang yang mempunyai materi? Bagaimana dengan orang yang bercukupan ataupun kekurangan materi? Media sosial pun mempunyai andil besar dan memperparah situasi ini media sosial seperti Twitter, Instagram dan Facebook. Dikarena kan cepatnya alur informasi dengan narasi yang seolah-olah besok telah ‘kiamat’ .

Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan infeksi virus Corona. Oleh sebab itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar masyarakat tidak memandang sepele penyakit ini dan senantiasa melakukan tindakan pencegahan.

Saya berharap WHO (World Health Organisation) dan negara maju bisa secepatnya menemukan Vaksin Covid-19 ini dan mengakhiri wabah yang menelan lebih dari tujuh ribu korban di seluruh dunia dan juga tentunya mengakhiri kepanikan ini. Jangan lupa untuk sering cuci tangan. Masak daging sampai benar-benar matang sebelum dikonsumsi. Tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin. Kemudian buang tisu ke tempat sampah dan membiasakan hidup bersih.

Editor: syakin
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved