Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Seleksi PPS

Selama 3 Hari, 757 Anggota PPS KPU Makassar Jalani Tes Wawancara

Sebanyak 757 calon Panitia Penmungutan Suara (PPS) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar menjalani tes wawancara di Swiss-Belhotel.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Hasriyani Latif
muh fadhly ali/tribun-timur.com
Panitia Pemungutan Suara (PPS) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar menjalani tes wawancara di Swiss-Belhotel Jl Ujung Pandang Makassar, Rabu (11/3/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sebanyak 757 calon Panitia Penmungutan Suara (PPS) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar menjalani tes wawancara di Swiss-Belhotel, Jl Ujung Pandang Makassar, selama tiga hari mulai Rabu-Kamis (11-13/3/2020).

Para pendaftar yang dinyatakan lulus seleksi tertulis dengan metode Computer Assisted Test (CAT) tersebut, sudah mewakili 153 kelurahan yang ada di 15 kecamatan di Kota Makassar.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Makassar, Gunawan Mashar, Rabu (11/3/2020) mengatakan, proses wawancara digelar selama 3 hari. Dimana dalam sehari, peserta dari 5 kecamatan yang diwawancara.

"Hari ini Kecamatan Tamalate, Manggala, Mariso, Mamajang, dan Makassar. Hari kedua Ujung Tanah, Wajo, Tello, Bontoala, dan Sangkarrang. Hari ketiga Ujung Pandang, Panakkukang, Tamalante, Rappocini dan Biringkanaya," tuturnya.

Selain komisioner KPU Makassar, pewawancara melibatkan Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) yang belum lama ini dilantik.

Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, SDM dan Partisipasi Pemilih KPU Makassar, Endang Sari menambahkan, proses seleksi PPS diharapkan dapat berjalan seperti penerimaan PPK yang telah rampung.

“PPS yang terpilih itu, memiliki Integritas, independensi, dan profesionalisme kerja sebagai penyelenggara pemilu,” ujar Endang.

Ketiga hal tersebut menjadi acuan KPU dan PPK dalam pemilihan anggota PPS.

"PPS harus memiliki profesionalisme dengan kemampuan memahami aturan dan teknisi kepemiluan serta mampu bekerja sama dalam tim," ujarnya.

“Kalau independensi itu tidak memiliki afiliasi dengan tim sukses, partai dan calon. Terakhir soal integritas ini soal kejujuran dari penyelenggara kita,” lanjutnya.

KPU Makassar berharap masalah pada PPS yang terjadi di pemilu berikutnya tak terulang lagi.

Karena itu, mereka yang ikut wawancara juga dipelajari rekam jejaknya. Bahkan KPU membuka kesempatan bagi masyarakat memberikan masukan terkait calon PPS.

"Per 10 Maret kemarin, ada banyak email yang masuk. Rerata tanggapan masyarakat prihal integritas dan independensinya," katanya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @fadhlymuhammad

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved